Hero Image
BREAKING: Sempat Gagal 3 Kali, Pemuda NTT Ini Lulus TNI dan Tembus Peringkat 11

Dari Desa Waimangura ke peringkat elit seleksi TNI, kisah Imanuel Zamba jadi bukti bahwa kegagalan bukan akhir perjuangan.Seorang pemuda asal Desa Waimangura, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, menorehkan kisah inspiratif yang menyentuh banyak hati. Ia adalah Imanuel Zamba, yang harus melewati tiga kali kegagalan sebelum akhirnya menembus seleksi TNI.Dalam satu tahun, Imanuel mengikuti beberapa tahapan seleksi. Ia gagal pada seleksi Bintara di Kupang, Bintara di Waingapu, serta Tamtama di Kupang. Rangkaian kegagalan tersebut sempat menjadi ujian berat, namun tidak membuatnya berhenti.Ia justru melakukan perubahan besar: meningkatkan disiplin latihan, memperbaiki kondisi fisik, serta memperkuat mental dan keyakinan diri.Momen penentuan terjadi pada malam pengumuman. Setelah daftar peserta yang tidak lulus diumumkan tanpa mencantumkan namanya, kepastian akhirnya datang melalui sambungan telepon.Dengan suara penuh haru, ia menyampaikan kabar kelulusan kepada keluarganya.Lebih membanggakan lagi, dari total 2.897 peserta, Imanuel Zamba berhasil meraih peringkat 11, menempatkannya di jajaran peserta terbaik.Kini, ia bersiap melanjutkan pendidikan militer di Bali, membawa harapan besar dari kampung halamannya.Dari Desa Waimangura, Imanuel membuktikan satu hal:kegagalan tidak pernah mengalahkan mereka yang memilih untuk bangkit.

4 bulan yang lalu
Hero Image
DUGAAN KORUPSI DANA BOS MENGGUNCANG YAYASAN TUNAS TIMUR Puluhan Saksi Mulai Diperiksa, Penyidik Telusuri Aliran Dana Sejak 2021 - Hingga 2025

Waikabubak, 12 Maret 2026 — Dugaan penyimpangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Yayasan Tunas Timur kini menjadi sorotan serius aparat penegak hukum. Penyidik dari Kejaksaan Negeri Sumba Barat mulai membongkar dugaan praktik korupsi yang diduga terjadi dalam pengelolaan dana pendidikan di puluhan sekolah.Dalam keterangan resmi kepada sejumlah awak media di aula Kejaksaan Negeri Sumba Barat di Waikabubak, pihak kejaksaan mengungkapkan bahwa sekitar 30 orang saksi telah diperiksa dari total sekitar 160 saksi yang direncanakan akan dimintai keterangan dalam perkara ini.Penyidikan ini bukan perkara kecil. Yayasan Tunas Timur diketahui menaungi 54 sekolah, terdiri dari 12 Sekolah Dasar (SD), 12 Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta 30 Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK). Seluruh sekolah tersebut kini masuk dalam radar penyelidikan aparat penegak hukum.Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) menjelaskan bahwa locus delicti atau titik dugaan tindak pidana berkaitan dengan pengelolaan dana BOS dari tahun 2021 hingga tahun 2025. Artinya, penyidik tengah menelusuri penggunaan dana pendidikan selama beberapa tahun terakhir yang seharusnya digunakan untuk menunjang kebutuhan belajar mengajar di sekolah.Sejak pagi hari, para wartawan telah menunggu di kantor kejaksaan untuk mendapatkan perkembangan terbaru terkait kasus ini. Dalam pernyataannya, Kasi Pidsus menegaskan bahwa proses penyidikan masih berjalan dan pemeriksaan saksi akan terus dilakukan guna mengungkap secara terang dugaan penyimpangan dana tersebut.Kasus ini memantik perhatian publik karena dana BOS merupakan dana negara yang diperuntukkan bagi kepentingan pendidikan siswa. Jika dugaan penyimpangan tersebut terbukti, maka bukan hanya negara yang dirugikan, tetapi juga masa depan pendidikan anak-anak yang seharusnya menerima manfaat dari dana tersebut.Publik kini menanti langkah lanjutan dari penyidik: apakah penyidikan ini akan berujung pada penetapan tersangka, atau justru membuka fakta baru yang lebih besar di balik pengelolaan dana pendidikan tersebut.

4 bulan yang lalu
Hero Image
Polisi Periksa 2.610 Rekaman CCTV untuk Ungkap Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS

POLDA METRO JAKARTA, Senin 16 Maret 2026 Penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus, terus bergerak.Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imanudin, mengungkapkan bahwa penyidik saat ini sedang memeriksa 2.610 video rekaman CCTV untuk melacak pergerakan para terduga pelaku.Menurutnya, ribuan rekaman tersebut memiliki total durasi sekitar 10.320 menit dan berasal dari 86 titik kamera pengawas yang tersebar di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) hingga jalur yang diduga menjadi rute pelarian para pelaku.Langkah ini dilakukan untuk merekonstruksi secara detail pergerakan pelaku, mulai dari saat mengintai korban hingga setelah serangan terjadi.Sebelumnya, polisi mengungkap bahwa terdapat empat orang terduga pelaku yang menggunakan dua sepeda motor. Mereka diduga memantau aktivitas korban sebelum akhirnya melakukan penyerangan terhadap Andrie Yunus di kawasan Jalan Salemba I.Pengusutan yang melibatkan ribuan rekaman CCTV ini menunjukkan bahwa aparat penegak hukum berupaya mengurai setiap detik jejak pelaku, untuk memastikan proses penegakan hukum berjalan transparan dan tuntas.Kasus ini mendapat perhatian luas dari masyarakat sipil karena korban dikenal sebagai aktivis yang aktif mengadvokasi isu hak asasi manusia. Banyak pihak berharap pengungkapan kasus ini tidak hanya berhenti pada pelaku lapangan, tetapi juga mengungkap kemungkinan aktor intelektual di balik serangan tersebut.

4 bulan yang lalu
Hero Image
Forum Pemuda NTT–SBD Cendana Wangi Berbagi Takjil, Pererat Toleransi di Masjid Sayyid Sulaiman Waikelo

Semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama kembali terlihat di Masjid Sayyid Sulaiman Waikelo, yang berada di Desa Radamata, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Senin (16/3/2026).Ketua DPD Forum Pemuda NTT-SBD Cendana Wangi, Kristoforus Bali Ate, bersama sekitar 20 orang anggota menggelar kegiatan sosial pembagian takjil kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan.Berdasarkan konfirmasi Jurnalis SiletSumba, kegiatan ini digelar sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat tali silaturahmi antarumat beragama di wilayah Sumba Barat Daya.Dalam suasana penuh kehangatan, para pemuda NTT–SBD membagikan takjil kepada masyarakat yang berada di sekitar masjid menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan tersebut dilakukan tanpa memandang perbedaan agama, suku, maupun latar belakang.Ketua DPD Forum Pemuda NTT–SBD Cendana Wangi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen para pemuda untuk terus menjaga nilai kebersamaan dan toleransi di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.Menurutnya, bulan suci Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat ukhuwah dan persaudaraan antar sesama warga.Ia berharap semangat berbagi dan toleransi ini dapat terus dipelihara sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang harmonis, damai, dan saling menghormati.Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh keakraban hingga menjelang waktu berbuka puasa.SiletSumba | Tambolaka | 16 Maret 2026

4 bulan yang lalu
Hero Image
Galian Sirtu Putih untuk Gedung GKS Berujung Duka: Dua Anak Tewas Tertimbun Longsor

Duka mendalam menyelimuti warga Desa Djela Manu, Kecamatan Wewewa Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Senin (16/3/2026).Aktivitas penggalian sirtu putih yang rencananya digunakan sebagai bahan pengganti pasir laut untuk pembangunan gedung ibadah milik Gereja Kristen Sumba (GKS) berubah menjadi tragedi memilukan.Sulitnya mendapatkan pasir laut membuat warga jemaat memilih memanfaatkan sirtu putih dari lokasi galian setempat sebagai material pembangunan. Namun tak ada yang menyangka, dari tanah yang digali untuk membangun rumah Tuhan itu, justru maut datang merenggut nyawa.Berdasarkan informasi yang dihimpun, empat orang tertimbun longsor saat berada di lokasi galian tersebut.Satu orang berhasil menyelamatkan diri dari timbunan tanah, sementara satu korban lainnya ditemukan dalam kondisi luka parah. Korban yang mengalami luka serius segera dilarikan ke Puskesmas Palla untuk mendapatkan penanganan medis intensif dari dokter dan perawat.Namun nasib paling tragis menimpa dua anak yang ikut tertimbun material longsor.Proses evakuasi berlangsung dramatis. Warga yang panik sempat berusaha menggali secara manual sebelum akhirnya alat berat jenis excavator didatangkan ke lokasi untuk mempercepat pencarian.Ketika tim akhirnya berhasil mengangkat timbunan tanah itu, harapan berubah menjadi tangis.Kedua anak tersebut ditemukan sudah tidak bernyawa.Tangisan keluarga dan warga pecah di lokasi. Tanah yang semula digali untuk membangun gedung ibadah, justru menjadi kubur sunyi bagi dua anak yang tak sempat pulang ke rumah.Peristiwa ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat setempat. Apa yang awalnya dilakukan dengan semangat gotong royong untuk membangun rumah Tuhan, kini berubah menjadi cerita duka yang akan dikenang lama oleh warga Djela Manu.Tragedi ini sekaligus menjadi peringatan pahit tentang bahaya aktivitas galian tanpa pengamanan memadai, terutama di wilayah dengan struktur tanah yang mudah longsor.Hari itu, di tanah Djela Manu,harapan membangun rumah ibadah berubah menjadi tangisan kehilangan.SiletSumba | 16 Maret 2026

4 bulan yang lalu
Hero Image
Kesalahpahaman di Kuliner Center Tambolaka Diluruskan: Klarifikasi Satpol PP SBD Jadi Pelajaran Penting

Puspem Kadula, Senin 16 Maret 2026 — Isu dugaan pungutan liar tanpa karcis di kawasan Kuliner Center Tambolaka yang sempat ramai diperbincangkan akhirnya menemukan titik terang. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Agustinus B. Tanggu, memberikan klarifikasi resmi setelah melakukan pengecekan langsung di lapangan.Saat ditemui jurnalis siletsumba.com di ruang kerjanya di Puspem Kadula, Agustinus menjelaskan bahwa informasi awal yang menyebut petugas Satpol PP melakukan pungutan parkir tanpa karcis ternyata tidak benar.“Setelah kami lakukan kroscek, yang bersangkutan bukan anggota Satpol PP, melainkan petugas dari Dinas Perhubungan. Dugaan awal muncul karena adanya kemiripan pakaian dengan seragam Satpol PP,” jelasnya.Isu ini sebelumnya mencuat setelah disampaikan oleh Mentry Paul, salah satu praktisi hukum di Kabupaten Sumba Barat Daya dan Sumba pada umumnya. Ia mengungkapkan bahwa pada Kamis, 12 Maret 2026 sekitar pukul 21.00 WITA, dirinya diminta membayar parkir di area Kuliner Center Tambolaka namun tidak menerima karcis sebagai bukti pembayaran.Temuan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan publik mengenai transparansi pengelolaan retribusi parkir di kawasan yang menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat di Tambolaka.Namun pada 15 Maret 2026, Mentry Paul juga telah meluruskan informasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa dugaan awal muncul karena adanya kemiripan pakaian dengan seragam Satuan Polisi Pamong Praja SBD, sehingga menimbulkan persepsi bahwa petugas tersebut merupakan anggota Satpol PP.Klarifikasi ini menjadi pelajaran penting bahwa dalam kehidupan sosial, setiap informasi perlu diverifikasi dengan cermat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.Kasat Pol PP SBD juga menyampaikan apresiasi kepada media yang selama ini berperan sebagai jembatan informasi antara masyarakat dan pemerintah.“Media adalah mitra penting pemerintah. Kritik, kontrol sosial, dan informasi yang disampaikan kepada publik merupakan bagian dari upaya bersama membangun Kabupaten Sumba Barat Daya yang lebih transparan dan maju,” ujarnya.Peristiwa ini sekaligus mengingatkan bahwa pengawasan masyarakat terhadap pelayanan publik adalah hal yang sehat dalam demokrasi, selama tetap disertai dengan klarifikasi, keterbukaan, dan itikad baik dari semua pihak.Di balik dinamika yang sempat terjadi, satu pesan penting muncul:Sumba Barat Daya membutuhkan kolaborasi antara masyarakat, media, dan pemerintah untuk menjaga transparansi, keadilan, dan kepercayaan publik.

4 bulan yang lalu
Hero Image
🚨 BREAKING NEWSDua Anak Korban Longsor Berhasil Ditemukan di Desa Djela Manu

Sumba Barat Daya — Senin, 16 Maret 2026, proses evakuasi korban tanah longsor di lokasi Sirtu Putih, Desa Djela Manu, Kecamatan Wewewa Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT, akhirnya membuahkan hasil.Setelah dilakukan penggalian material longsor menggunakan excavator milik PT. Laratama yang diupayakan oleh Wakil Ketua DPRD Sumba Barat Daya NTT, Yus Bora, dua anak yang sebelumnya tertimbun tanah longsor berhasil ditemukan oleh tim evakuasi.Proses evakuasi melibatkan BPBD Sumba Barat Daya, Polri, TNI, Pemerintah Desa Djela Manu, tokoh masyarakat serta warga setempat yang bersama-sama melakukan pencarian dan penggalian material longsor di lokasi kejadian.Peristiwa longsor tersebut sempat membuat warga sekitar diliputi kecemasan karena para korban tertimbun material tanah dalam waktu yang cukup lama.Saat ini aparat dan masyarakat masih berada di lokasi untuk memastikan situasi aman serta melakukan penanganan lanjutan terhadap para korban.Perkembangan situasi masih terus dipantau oleh Jurnalis Silet Sumba di lapangan.

4 bulan yang lalu
Hero Image
🚨 UPDATE BREAKING NEWS LONGSOR NDALA MANU1 Korban Ditemukan Kritis, 2 Anak Masih Tertimbun

Sumba Barat Daya — Proses evakuasi korban tanah longsor di lokasi Sirtu Putih, Desa Ndala Manu, Kecamatan Wewewa Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT, masih terus berlangsung pada Senin, 16 Maret 2026.Berdasarkan informasi yang diterima Jurnalis Silet Sumba dari Wakil Ketua DPRD SBD Yus Bora, bantuan alat berat excavator dari PT. Laratama telah dikirim ke lokasi untuk membantu proses penggalian material longsor.Dalam perkembangan terbaru, satu korban berhasil ditemukan dalam kondisi kritis dan saat ini sedang mendapatkan penanganan serta perawatan intensif.Sementara itu, dua anak lainnya masih dilaporkan tertimbun material longsor dan proses pencarian masih terus dilakukan oleh warga bersama aparat di lokasi kejadian.Situasi di lokasi masih penuh ketegangan dan kecemasan, sementara masyarakat berharap proses evakuasi dapat segera menemukan kedua anak yang masih tertimbun.Perkembangan situasi masih terus dipantau oleh Jurnalis Silet Sumba di lapangan.

4 bulan yang lalu
Hero Image
🚨 BREAKING NEWS Senin, 16 Maret 2026 3 Anak Kecil Tertimbun Longsor Sirtu Putih, Warga Minta Alat Berat Segera Didatangkan

🚨 BREAKING NEWSSumba Barat Daya — Peristiwa tragis terjadi pada Senin, 16 Maret 2026, ketika tiga orang anak kecil dilaporkan tertimbun tanah longsor di lokasi Sirtu Putih, Desa Ndala Manu, Kecamatan Wewewa Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.Informasi awal ini diperoleh Jurnalis Silet Sumba dari Wakil Ketua DPRD SBD, Yus Bora, serta warga masyarakat di sekitar lokasi kejadian.Menurut keterangan warga, tanah longsor terjadi secara tiba-tiba dan menimbun para korban yang masih anak-anak. Saat ini warga bersama masyarakat setempat masih berupaya melakukan pencarian dan penggalian secara manual di lokasi kejadian.Warga di sekitar lokasi sangat membutuhkan bantuan alat berat berupa ekskavator untuk mempercepat proses penggalian material longsor yang menimbun para korban.Sementara itu, pihak kepolisian dilaporkan sudah bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk membantu proses penanganan serta evakuasi.Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi masih penuh kepanikan, sementara masyarakat berharap alat berat segera didatangkan agar proses penyelamatan bisa dilakukan secepat mungkin.Perkembangan lebih lanjut masih terus dipantau oleh Jurnalis Silet Sumba di lapangan.

4 bulan yang lalu
Hero Image
Dari “Laka Lantas” ke Dugaan Penganiayaan: Polisi Mulai Panggil Saksi Kasus Kematian Mama Alvin

Tambolaka — Kematian seorang ibu yang dikenal sebagai Mama Alvin di KM 8 Desa Tematana, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya pada 21 Januari 2026 sekitar pukul 04.30 Wita kembali menjadi perhatian publik. Peristiwa yang awalnya disebut sebagai kecelakaan lalu lintas (laka lantas) kini mulai mengarah pada dugaan lain yang lebih serius.Informasi yang berkembang menyebutkan bahwa pada tubuh korban ditemukan sejumlah luka yang diduga akibat sayatan serta benturan benda tumpul. Temuan tersebut memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: apakah kematian itu benar murni kecelakaan, atau ada peristiwa lain yang terjadi sebelum korban ditemukan di jalan?Penyelidikan kini tengah berjalan. Unit PPA Satreskrim Polres Sumba Barat Daya mulai memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan guna mengungkap fakta sebenarnya di balik peristiwa tersebut.Salah satu yang dipanggil adalah Fransiskus Xaverius Keys, yang dijadwalkan memberikan klarifikasi pada Senin, 16 Maret 2026 pukul 10.00 Wita di Ruang Unit PPA Polres SBD, Tambolaka. Pemanggilan ini dilakukan dalam rangka pendalaman informasi terkait dugaan tindak pidana penganiayaan yang dilaporkan oleh Martinus Mali Ngara.Langkah kepolisian memanggil saksi dan narasumber ini menjadi sinyal bahwa kasus tersebut masih terus didalami. Publik kini menaruh harapan besar agar proses penyelidikan dilakukan secara transparan dan profesional.Bagi masyarakat Sumba Barat Daya, satu hal yang paling dinantikan adalah kepastian kebenaran.Apakah Mama Alvin benar menjadi korban kecelakaan?Ataukah ada kisah kelam yang tersembunyi sebelum tubuhnya ditemukan di jalan pada subuh itu?Jawaban atas pertanyaan itu kini berada di tangan penyelidik.

4 bulan yang lalu