Stepanus Umbu Pati
Penulis: Stepanus Umbu Pati
16 March 2026 - 10:05 WITA

Dari “Laka Lantas” ke Dugaan Penganiayaan: Polisi Mulai Panggil Saksi Kasus Kematian Mama Alvin

Dari “Laka Lantas” ke Dugaan Penganiayaan: Polisi Mulai Panggil Saksi Kasus Kematian Mama Alvin
0

Bagikan

Klik untuk menyalin
Link berhasil disalin!

Tematana, siletsumba.com - Tambolaka — Kematian seorang ibu yang dikenal sebagai Mama Alvin di KM 8 Desa Tematana, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya pada 21 Januari 2026 sekitar pukul 04.30 Wita kembali menjadi perhatian publik. Peristiwa yang awalnya disebut sebagai kecelakaan lalu lintas (laka lantas) kini mulai mengarah pada dugaan lain yang lebih serius.

Informasi yang berkembang menyebutkan bahwa pada tubuh korban ditemukan sejumlah luka yang diduga akibat sayatan serta benturan benda tumpul. Temuan tersebut memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: apakah kematian itu benar murni kecelakaan, atau ada peristiwa lain yang terjadi sebelum korban ditemukan di jalan?

Penyelidikan kini tengah berjalan. Unit PPA Satreskrim Polres Sumba Barat Daya mulai memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan guna mengungkap fakta sebenarnya di balik peristiwa tersebut.

Salah satu yang dipanggil adalah Fransiskus Xaverius Keys, yang dijadwalkan memberikan klarifikasi pada Senin, 16 Maret 2026 pukul 10.00 Wita di Ruang Unit PPA Polres SBD, Tambolaka. Pemanggilan ini dilakukan dalam rangka pendalaman informasi terkait dugaan tindak pidana penganiayaan yang dilaporkan oleh Martinus Mali Ngara.

Langkah kepolisian memanggil saksi dan narasumber ini menjadi sinyal bahwa kasus tersebut masih terus didalami. Publik kini menaruh harapan besar agar proses penyelidikan dilakukan secara transparan dan profesional.

Bagi masyarakat Sumba Barat Daya, satu hal yang paling dinantikan adalah kepastian kebenaran.

Apakah Mama Alvin benar menjadi korban kecelakaan?

Ataukah ada kisah kelam yang tersembunyi sebelum tubuhnya ditemukan di jalan pada subuh itu?

Jawaban atas pertanyaan itu kini berada di tangan penyelidik.

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar.