Stepanus Umbu Pati
Penulis: Stepanus Umbu Pati
28 April 2026 - 09:14 WITA

Beta Tra Sanggup Dengar Suara Marvin…” – Bantuan Sederhana yang Menyentuh Hati dari Kupang ke Werilolo

Beta Tra Sanggup Dengar Suara Marvin…” – Bantuan Sederhana yang Menyentuh Hati dari Kupang ke Werilolo
0

Bagikan

Klik untuk menyalin
Link berhasil disalin!

SD - TK Bondo Delo, siletsumba.com - Sumba Barat Daya – Sebuah bantuan sederhana yang disalurkan kepada Marvin, siswa SD–TK Bondo Delo di Desa Werilolo, Kecamatan Wewewa Selatan, ternyata meninggalkan jejak emosi yang begitu dalam, bahkan hingga ke Kupang.

Pimpinan Redaksi siletsumba.com, mewakili Ibu Sonia Mali Hardianto bersama rekan guru di Kupang, sebelumnya telah menyerahkan bantuan berupa satu pasang seragam sekolah, sepatu, tas, serta buku dan pulpen kepada Marvin, yang didampingi oleh guru wali kelasnya.

Namun, lebih dari sekadar bantuan fisik, momen itu berubah menjadi kisah yang menyentuh hati banyak orang.

Dalam ungkapan penuh haru, Ibu Sonia menyampaikan bahwa dirinya tidak sanggup menahan perasaan saat mendengar suara Marvin.

“Sa tra sanggup dengar Marvin omong… hati saya sakit,” ungkapnya dengan penuh emosi.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada pihak yang telah menjadi perpanjangan tangan dalam menyalurkan bantuan tersebut, meski di tengah kesibukan.

“Terima kasih banyak sudah jadi penyambung tangan kami. Maaf di tengah kesibukan masih sempat antarkan titipan kami. Tuhan memberkati dengan kesehatan,” lanjutnya.

Bagi Ibu Sonia dan rekan-rekannya, bantuan ini mungkin terlihat sederhana. Namun mereka percaya, hal kecil seperti ini dapat menjadi penyemangat besar bagi seorang anak untuk terus melangkah dalam pendidikan.

Salam hangat pun ia titipkan untuk Marvin.

“Sekolah yang rajin, jadi anak hebat suatu hari nanti,” pesannya penuh harap.

Di tengah berbagai keterbatasan yang masih dihadapi anak-anak di pelosok, kisah ini menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak selalu harus besar untuk berarti.

Kadang, cukup dengan hadir, mendengar, dan berbagi—sudah mampu menguatkan langkah kecil menuju masa depan.

Dan di Werilolo, dari sepasang sepatu dan seragam baru, harapan itu kini berjalan pelan… tapi pasti.

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar.