KELUARGA MENJERIT, PT. MSAL DIMINTA HENTIKAN PEMAKAMAN DAN SEGERA PULANGKAN JENAZAH ANDERIAS NGONGO KADI KE SUMBA
PT. MSAL, siletsumba.com - SUMBA BARAT DAYA, SILETSUMBA.COM – Duka mendalam berubah menjadi kekecewaan bagi keluarga Anderias Ngongo Kadi, warga Kampung Radamata, Desa Bondo Uka, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT. Di tengah tangisan keluarga yang ingin melihat anak mereka kembali untuk dimakamkan di tanah kelahirannya, muncul informasi bahwa jenazah almarhum akan dimakamkan di Kalimantan Tengah.
Orang tua almarhum, Bapak Enos Bili Bora, dengan suara penuh haru meminta PT. Mulia Sawit Agro Lestari (MSAL) agar menghentikan rencana pemakaman tersebut dan segera memfasilitasi pemulangan jenazah ke Sumba Barat Daya.
"Kami hanya ingin anak kami pulang. Jangan kuburkan dia jauh dari keluarganya. Tolong kirim jenazahnya ke Sumba," pinta Bapak Enos.
Berdasarkan keterangan yang diterima SiletSumba.com pada Sabtu, 25 Juli 2026 pukul 14.30 WITA, dari Samuel bersama kuasa hukum Rahmann Ali, S.IP., S.H., M.H., keluarga memperoleh informasi bahwa pihak perusahaan diduga sedang mempersiapkan proses pemakaman di sekitar lokasi perusahaan dan telah menghubungi seorang pastor untuk memimpin ibadah pemakaman.
Keluarga menegaskan tidak pernah memberikan persetujuan agar almarhum dimakamkan di Kalimantan Tengah. Mereka berharap perusahaan mengedepankan nilai kemanusiaan dengan membantu memulangkan jenazah ke kampung halaman.
Melalui kuasa hukumnya, keluarga menyatakan akan menempuh jalur hukum apabila pemakaman tetap dilakukan tanpa persetujuan keluarga. Langkah tersebut, menurut kuasa hukum, ditempuh sebagai upaya memperjuangkan hak keluarga untuk memakamkan almarhum di tanah kelahirannya.
Keluarga juga meminta perhatian Kementerian Ketenagakerjaan, BP3MI, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya, DPR RI, DPRD, serta keluarga besar Flobamora di Kalimantan Tengah agar turut membantu memperjuangkan pemulangan jenazah.
Bagi keluarga, persoalan ini bukan sekadar soal biaya, tetapi tentang hak, penghormatan, dan martabat seorang anak Sumba yang merantau mencari nafkah namun ingin dipulangkan ke pangkuan keluarganya ketika meninggal dunia.
Hingga berita ini diterbitkan, SiletSumba.com belum memperoleh tanggapan resmi dari PT. Mulia Sawit Agro Lestari (MSAL). Redaksi telah membuka ruang hak jawab dan klarifikasi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Apabila pihak perusahaan memberikan penjelasan, redaksi akan memuatnya secara berimbang.