Stepanus Umbu Pati
Penulis: Stepanus Umbu Pati
16 April 2026 - 18:44 WITA

“JALAN HANCUR, HASIL TERKUNCI—SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB?”

“JALAN HANCUR, HASIL TERKUNCI—SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB?”
0

Bagikan

Klik untuk menyalin
Link berhasil disalin!

Persawahan Nevo Honis, siletsumba.com - Di balik hamparan subur Persawahan Nevo Honis, ada luka yang tak kunjung sembuh: akses jalan rusak parah sejak diterjang Badai Seroja, 4 tahun lalu.

Disampaikan langsung oleh Kornelis E. Paut dan Origenes, hingga hari ini, belum ada sentuhan nyata dari pemerintah daerah Kabupaten Kupang maupun Provinsi NTT.

Faktanya di lapangan, hasil pantauan jurnalis Silet Sumba berbicara keras:

- Jalan terendam lumpur setinggi lutut orang dewasa

- Kendaraan roda dua, roda empat, bahkan roda enam tak bisa melintas

- Hasil pertanian dan tambak garam terhambat keluar dari sawah

- Saat hujan turun, motor pun harus diparkir jauh—akses terputus total.

Ini bukan sekadar jalan rusak.

Ini urat nadi ekonomi yang diputus perlahan.

Petani sudah bekerja tanpa henti…

panen sudah di depan mata…

tapi jalan? Dibiarkan mati.

Empat tahun bukan waktu sebentar.

Kalau bukan sekarang diperbaiki—

lalu kapan? Atau harus tunggu rusak total baru bergerak?

Ini bukan keluhan.

Ini peringatan keras dari lapangan—yang selama ini terlalu lama diabaikan.

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar.