Stepanus Umbu Pati
Penulis: Stepanus Umbu Pati
05 March 2026 - 02:53 WITA

BRIMOB DAN MASYARAKAT BANGUN “JEMBATAN KEHIDUPAN” DI KABONNU, AKSES ANAK SEKOLAH KINI LEBIH AMAN

BRIMOB DAN MASYARAKAT BANGUN “JEMBATAN KEHIDUPAN” DI KABONNU, AKSES ANAK SEKOLAH KINI LEBIH AMAN
0

Bagikan

Klik untuk menyalin
Link berhasil disalin!

Kabonnu, siletsumba.com - 28 Februari 2026 Kabonnu, Desa Dikira, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya — Pengerjaan “Jembatan Kehidupan” yang menghubungkan akses vital masyarakat pedalaman resmi rampung setelah dikerjakan selama delapan hari, mulai 21 Februari hingga 28 Februari 2026.

Pembangunan ini dipimpin oleh Danyon C Pelopor Kompol Denis Y. N. Laihitu bersama 35 personel dari Satuan Brigade Mobil Daerah Nusa Tenggara Timur Batalyon C Pelopor Kabupaten Sumba Barat Daya. Mereka bekerja sama dengan Kepala Desa Dikira, Yulius Anggo Ate, serta masyarakat setempat dengan semangat gotong royong yang kuat.

Sebelumnya Gunakan Jembatan Bambu yang Hampir Lapuk

Sebelum pembangunan dilakukan, warga Kabonnu hanya mengandalkan jembatan bambu darurat yang kondisinya hampir lapuk dan tidak layak digunakan sama sekali.

Struktur bambu yang rapuh kerap bergoyang saat dilintasi, bahkan sangat berbahaya ketika debit air meningkat di musim hujan.

Anak-anak sekolah, orang tua, hingga petani yang membawa hasil kebun harus mempertaruhkan keselamatan setiap kali menyeberang. Ketika hujan deras turun dan arus sungai meluap, jembatan darurat itu nyaris tak bisa digunakan.

Dikerjakan di Tengah Cuaca Ekstrem

Pembangunan jembatan baru dilakukan dengan penuh ketulusan hati dan semangat melayani tanpa pamrih. Meski dihadapkan pada cuaca ekstrem—hujan deras, lumpur licin, dan ancaman banjir—personel Brimob bersama warga tetap bertahan.

Material berupa kayu-kayu bulat, balok, dan papan diangkat secara manual dari atas bukit, melewati medan terjal dan licin menuju lokasi pembangunan. Kerja keras dan kebersamaan menjadi kunci hingga jembatan selesai tepat waktu.

Dipantau Pimpinan Polda dan Brimobda NTT

Kegiatan kemanusiaan ini mendapat perhatian langsung dari Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si. serta Dansat Brimobda NTT Kombes Pol. Afrizal Asri, S.I.K., sebagai bentuk dukungan terhadap pengabdian Brimob bagi masyarakat pedalaman Nusa Tenggara Timur.

Membuka Akses Pendidikan dan Ekonomi

Kini, anak-anak sekolah tidak lagi dihantui rasa takut saat menyeberang sungai. Akses menuju sekolah menjadi lebih aman dan nyaman. Selain itu, jembatan ini memperlancar aktivitas ekonomi warga, mempermudah akses layanan kesehatan, dan memperkuat konektivitas antarwilayah di Kecamatan Wewewa Timur.

“Jembatan Kehidupan” bukan sekadar bangunan kayu penghubung dua sisi sungai, tetapi simbol pengabdian dan harapan baru bagi masyarakat Kabonnu, Kabupaten Sumba Barat Daya. Gotong royong yang terbangun membuktikan bahwa kebersamaan mampu mengubah keterbatasan menjadi kekuatan.

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar.