Hero Image
Keluhan Pegawai Terkait Pemotongan Gaji ke-13 di Lingkup Dinas Kesehatan Sumba Barat Daya

Sejumlah pegawai mengeluhkan adanya pemotongan gaji ke-13 sebesar Rp850.000 per orang tanpa penjelasan yang jelas terkait dasar perhitungan maupun rincian temuan yang dimaksud.Menurut informasi yang disampaikan, pemotongan tersebut disebut berkaitan dengan adanya temuan hasil pemeriksaan. Namun, para pegawai mengaku tidak pernah menerima rincian resmi mengenai temuan tersebut maupun penggunaan dana yang menjadi dasar pemotongan.Mereka menilai pegawai yang tidak mengetahui persoalan tersebut justru harus menanggung beban penggantian kerugian, sementara hak pegawai berupa gaji ke-13 dipotong secara langsung. Keluhan juga datang dari staf di sejumlah Puskesmas yang merasa dirugikan karena tidak terlibat dalam pengelolaan anggaran yang menjadi objek temuan.Selain itu, disebutkan bahwa sejumlah dokumen SPJ (Surat Pertanggungjawaban) milik Puskesmas diambil untuk dijadikan lampiran pemeriksaan. Para pegawai berharap adanya penjelasan terbuka dari pihak terkait mengenai dasar pemotongan gaji tersebut agar tidak menimbulkan keresahan di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.Caption versi Silet Sumba

1 bulan yang lalu
Hero Image
HASIL INVESTIGASI SILETSUMBA.COMPEMBANGUNAN IPAL, GEDUNG 2 TINGKAT RUMAH PERAWAT DAN SUMUR BOR DI PUSKESMAS WAIMANGURA DIDUGA MANGKRAK

Tambolaka – Sejumlah proyek pembangunan di Puskesmas Waimangura, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT, menjadi sorotan publik. Berdasarkan hasil investigasi Jurnalis Siletsumba.com, pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), gedung rumah perawat dua tingkat, dan sumur bor diduga mangkrak dan hingga saat ini belum memberikan manfaat nyata bagi pelayanan kesehatan maupun masyarakat. Di lokasi, bangunan yang menelan anggaran negara tersebut terlihat tidak dimanfaatkan secara optimal. Fasilitas yang seharusnya menunjang pelayanan kesehatan dan meningkatkan kenyamanan tenaga medis justru terbengkalai. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik terkait perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan proyek yang menggunakan uang rakyat tersebut.Berdasarkan data pengadaan yang berhasil dihimpun, pembangunan rumah dinas tenaga kesehatan perawat dan bidan di Puskesmas Waimangura pernah dianggarkan melalui program DAK Afirmasi dengan pagu mencapai sekitar Rp1,5 miliar. Masyarakat berharap Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP), Inspektorat Kabupaten Sumba Barat Daya, Kejaksaan, maupun aparat penegak hukum lainnya segera melakukan audit dan penyelidikan untuk memastikan ada atau tidaknya kerugian keuangan negara dalam proyek tersebut.Jika benar pembangunan IPAL, rumah perawat dua tingkat, dan sumur bor tidak dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya, maka asas manfaat dari penggunaan anggaran negara patut dipertanyakan. Masyarakat meminta pemerintah daerah dan instansi terkait segera memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik.Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya maupun pihak pelaksana pekerjaan masih diupayakan untuk dikonfirmasi guna memperoleh penjelasan dan tanggapan resmi terkait kondisi proyek tersebut.**Siletsumba.com akan terus menelusuri dan mengawal perkembangan kasus ini demi kepentingan publik serta transparansi penggunaan anggaran negara.**

1 bulan yang lalu
Hero Image
SAMBUT HUT BHAYANGKARA KE-80 TAHUN, POLRES SUMBA BARAT DAYA GELAR BAKTI RELIGI

Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Sumba Barat Daya menggelar kegiatan Bakti Religi pada Jumat, 19 Juni 2026.Kegiatan bakti religi dilaksanakan di sejumlah tempat ibadah, di antaranya Gereja Katedral Hati Kudus Yesus Tambolaka, Masjid, dan Pura yang berada di wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya. Personel Polres Sumba Barat Daya bersama pengurus tempat ibadah dan masyarakat bergotong royong membersihkan lingkungan serta fasilitas ibadah sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat.Kegiatan ini menjadi wujud nyata semangat toleransi, kebersamaan, dan kerukunan antarumat beragama yang terus dijaga oleh Polri bersama seluruh elemen masyarakat.Melalui Bakti Religi ini, Polres Sumba Barat Daya berharap hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat semakin kuat dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta persatuan di Kabupaten Sumba Barat Daya."Polri Untuk Masyarakat"Sumber: Humas Polres Sumba Barat Daya Dokumentasi: SiletSumba.com

1 bulan yang lalu
Hero Image
DUGAAN PENYALAHGUNAAN DANA DESA LAGALETE TAHUN ANGGARAN 2025 JADI SOROTAN WARGA

SILETSUMBA.COM – Dugaan penyalahgunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2025 di Desa Lagalete, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi sorotan masyarakat setempat.Berdasarkan informasi yang dihimpun jurnalis Siletsumba.com, anggaran pengadaan pralon pipa disebut mencapai Rp100.000.000, sementara pembangunan bak penampung air dianggarkan sebesar Rp125.000.000.Darius Dadi, yang akrab disapa Bapak Jefri, mengaku telah kembali mengangkat dan membawa pulang pralon pipa yang sebelumnya disiapkan untuk pekerjaan tersebut. Menurutnya, tindakan itu dilakukan karena pembayaran dari Pemerintah Desa Lagalete belum diselesaikan sepenuhnya."Saya baru menerima pembayaran sebesar Rp40.000.000, sementara masih ada sisa Rp60.000.000 yang belum dibayarkan. Karena pembayaran belum diselesaikan, saya mengangkat kembali pipa tersebut dan membawanya pulang ke rumah saya di Waimangura," ujar Darius Dadi kepada jurnalis Siletsumba.com.Lebih lanjut, Darius Dadi menjelaskan bahwa untuk pembangunan bak air baru terdapat dua ret pasir yang diturunkan. Namun hingga saat ini, menurut pengakuannya, pembangunan fisik bak air tersebut belum terlihat berjalan.Pantauan jurnalis Siletsumba.com di lapangan juga menunjukkan bahwa pekerjaan fisik yang bersumber dari anggaran tersebut belum tampak dilaksanakan sebagaimana mestinya. Informasi serupa turut disampaikan sejumlah warga Desa Lagalete yang mempertanyakan realisasi penggunaan Dana Desa tahun 2025.Jurnalis Siletsumba.com telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Lagalete guna memperoleh penjelasan dan klarifikasi terkait informasi tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, nomor telepon yang bersangkutan tidak aktif sehingga belum dapat dimintai tanggapan.Masyarakat berharap aparat penegak hukum dan instansi terkait melakukan pemeriksaan serta audit terhadap penggunaan Dana Desa di Desa Lagalete guna memastikan kebenaran informasi yang beredar dan menjamin transparansi serta akuntabilitas pengelolaan keuangan desa.

1 bulan yang lalu
Hero Image
BANTUAN MATERIAL DARI DR. UMBU RUDI KABUNANG, SH., MH., RUMAH KORNELIS KANDA TORO RESMI SELESAI DIBANGUN

SILETSUMBA.COM – KODI UTARARumah milik Bapak Kornelis Kanda Toro bersama keluarganya di Kampung Nangga Dolo, Desa Hameli Ate, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, kini telah selesai dibangun dan siap untuk dihuni.Pembangunan rumah tersebut terwujud berkat bantuan material bangunan yang berasal dari empati dan kepedulian kemanusiaan Dr. Umbu Rudi Kabunang, SH., MH., yang memberikan dukungan kepada keluarga Kornelis Kanda Toro melalui aksi sosial kemanusiaan.Sebelumnya, kondisi rumah yang ditempati keluarga Kornelis Kanda Toro sangat memprihatinkan dan tidak layak huni. Melihat kondisi tersebut, berbagai pihak tergerak untuk membantu, termasuk Pemuda Peduli Kodi Sumba yang menggalang solidaritas dan gotong royong bersama masyarakat setempat.Berkat kerja sama, dukungan para donatur, relawan, dan masyarakat, proses pembangunan rumah dapat diselesaikan dengan baik. Kini keluarga Kornelis Kanda Toro memiliki rumah yang lebih layak, aman, dan nyaman untuk ditempati.Keluarga Kornelis Kanda Toro menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Dr. Umbu Rudi Kabunang, SH., MH., Pemuda Peduli Kodi Sumba, serta seluruh pihak yang telah memberikan bantuan dan perhatian sehingga pembangunan rumah dapat diselesaikan.Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dan semangat gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat untuk membantu warga yang membutuhkan."Melihat yang tak terlihat, melayani yang tak terlayani, mengasihi yang tak terkasihi, menolong yang tak tertolong, dan membantu yang tak terbantukan."Sumber: SiletSumba.com

1 bulan yang lalu
Hero Image
PILU! IBU RUMAH TANGGA DI DENDUKA AKUI MENJADI KORBAN DUGAAN PENCABULAN OKNUM KEPALA DUSUN, MOHON PERLINDUNGAN DAN KEADILAN

SUMBA BARAT DAYA, NTT – Seorang ibu rumah tangga berinisial MD, warga Dusun 3, Desa Denduka, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya, mengaku menjadi korban dugaan tindak pencabulan yang dilakukan oleh seorang oknum Kepala Dusun berinisial YDN pada 27 Februari 2026.Kepada awak media Siletsumba.com yang menemuinya di kediamannya pada Kamis (11/6/2026), MD mengisahkan peristiwa yang menurut pengakuannya sangat menyakitkan dan meninggalkan trauma mendalam bagi dirinya.Saat kejadian berlangsung, suami MD diketahui sedang berada di Bima, Nusa Tenggara Barat, untuk bekerja sebagai buruh pematah jagung. Menurut pengakuan korban, dalam kondisi tersebut oknum kepala dusun diduga melakukan tindakan tidak senonoh terhadap dirinya.Dengan meneteskan air mata, MD menceritakan bahwa dirinya merasa sangat terpukul dan terhina atas perlakuan yang diduga dilakukan oleh oknum tersebut. Korban mengaku mengalami tindakan yang menyentuh bagian tubuh pribadinya tanpa persetujuan."Lebih baik saya diperkosa daripada diperlakukan seperti itu dengan memasukkan kedua jari tangannya," ungkap MD sambil menangis saat menceritakan pengalaman pahit yang dialaminya.MD mengatakan bahwa dirinya bersama sang suami merupakan keluarga sederhana yang selama ini hidup dalam keterbatasan. Menurutnya, sejak menikah dan membesarkan lima orang anak, ia tidak pernah membayangkan akan mengalami peristiwa yang begitu menyakitkan."Kami memang orang kecil, tidak bisa baca tulis, tetapi kami juga punya harga diri dan hak untuk dihormati," tuturnya.Selain mengungkapkan dugaan peristiwa pencabulan yang dialaminya, MD juga memohon perlindungan kepada Kepolisian POLRES Sumba Barat Daya, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Sumba Barat Daya, serta para pemerhati perempuan dan anak agar memberikan pendampingan dan perlindungan hukum terhadap dirinya dan keluarganya.Korban berharap proses hukum yang sedang berjalan dapat ditangani secara profesional dan memberikan rasa aman bagi dirinya serta keluarganya. Ia juga meminta agar aparat penegak hukum segera mengambil langkah-langkah sesuai ketentuan hukum yang berlaku."Saya memohon perlindungan kepada pihak kepolisian, UPTD PPA, dan semua pihak yang peduli terhadap perempuan dan anak. Saya hanya ingin mendapatkan keadilan dan merasa aman," ujarnya.Lebih lanjut, MD mengaku telah dua kali memberikan keterangan kepada penyidik Unit PPA POLRES Sumba Barat Daya terkait laporan yang telah dibuatnya. Ia berharap seluruh keterangan dan bukti yang telah disampaikan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam proses hukum yang sedang berjalan.Kasus ini menjadi perhatian masyarakat setempat karena terduga pelaku merupakan seorang perangkat desa yang memiliki jabatan sebagai Kepala Dusun. Korban berharap penanganan perkara dilakukan secara transparan dan profesional tanpa membedakan status sosial maupun jabatan seseorang.Hingga berita ini diterbitkan, pihak YDN yang disebut dalam pengakuan korban belum memberikan keterangan atau tanggapan resmi terkait tuduhan tersebut. Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada pihak yang bersangkutan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

1 bulan yang lalu
Hero Image
Bantalan Bendungan Rusak Diterjang Banjir, Warga Waimangura Berupaya Empang Air Secara Swadaya

SILETSUMBA.COM – Bantalan bendungan yang berada di Dusun III, Desa Waimangura, mengalami kerusakan dan patah diduga akibat faktor usia bangunan serta terjangan banjir yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.Kerusakan tersebut berdampak pada pasokan air menuju saluran irigasi yang mengairi area persawahan warga di Dusun IV Kamburoto, Desa Waimangura. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena air irigasi sangat dibutuhkan untuk mendukung aktivitas pertanian dan menjaga produktivitas lahan sawah.Melihat kondisi tersebut, warga setempat berupaya melakukan penanganan darurat secara swadaya. Dengan peralatan seadanya, masyarakat bergotong royong mengempang aliran air menggunakan kayu serta dedaunan agar air tetap dapat dialirkan ke saluran irigasi dan dimanfaatkan oleh para petani.Warga berharap pemerintah terkait segera turun tangan melakukan perbaikan permanen terhadap bantalan bendungan yang rusak agar distribusi air ke lahan persawahan dapat kembali normal dan tidak mengganggu aktivitas pertanian masyarakat."Untuk sementara kami berusaha menahan dan mengarahkan aliran air dengan kayu serta daun-daunan yang ada. Kami berharap ada perhatian dari pemerintah agar bendungan ini segera diperbaiki," ujar salah seorang warga.Kerusakan infrastruktur irigasi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius mengingat bendungan memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan air bagi ratusan hektare lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat.

1 bulan yang lalu
Hero Image
SUAMI KORBAN DUGAAN PENCABULAN DI DESA DENDUKA MOHON POLRES SUMBA BARAT DAYA SEGERA TAHAN TERDUGA PELAKU

SUMBA BARAT DAYA, NTT – Suami MD, korban dugaan kekerasan seksual dan pencabulan yang diduga dilakukan oleh oknum Kepala Dusun I berinisial YDN di Dusun III, Desa Denduka, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya, memohon kepada pihak Kepolisian Resor Sumba Barat Daya agar segera mengambil tindakan tegas dengan menahan terduga pelaku.Saat ditemui Jurnalis SiletSumba.com di kediamannya yang berada di wilayah terpencil dan jauh dari pusat perkotaan, suami korban tampak menahan kesedihan yang mendalam. Dengan suara bergetar dan mata yang hampir meneteskan air mata, ia menceritakan penderitaan yang dialami keluarganya sejak peristiwa tersebut terjadi.Menurut keterangannya, peristiwa yang dialami istrinya terjadi pada malam hari, 27 Februari 2026. Saat kejadian berlangsung, dirinya sedang berada di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk bekerja sebagai buruh pematah jagung guna memenuhi kebutuhan hidup keluarga.Ia mengaku sangat terpukul ketika menerima kabar dari istrinya yang menceritakan dugaan peristiwa yang dialaminya. Mendengar pengakuan tersebut, ia memutuskan untuk menghentikan pekerjaannya dan segera kembali ke Pulau Sumba."Saya sedang bekerja di Bima sebagai buruh patah jagung. Setelah mendapat informasi dari istri saya tentang kejadian yang dialaminya, saya langsung pulang ke Sumba. Saya pulang tanpa membawa apa-apa karena yang ada dalam pikiran saya hanya ingin segera bertemu istri dan keluarga," ungkapnya dengan nada sedih.Dengan penuh haru, ia menyampaikan bahwa peristiwa tersebut telah memberikan dampak yang sangat berat bagi istrinya maupun seluruh anggota keluarga. Selain harus menanggung trauma, korban juga harus menghadapi beban psikologis dan rasa malu akibat peristiwa yang terjadi.Selain itu, suami korban mengaku keluarganya juga merasa tidak nyaman akibat perilaku yang diduga dilakukan oleh terduga pelaku. Menurut keterangannya, setiap kali berpapasan dengan anggota keluarga korban, oknum Kepala Dusun I berinisial YDN diduga kerap membuang ludah ke arah mereka. Pernyataan tersebut merupakan pengakuan dari pihak keluarga korban dan belum mendapatkan tanggapan dari pihak yang bersangkutan."Saya memohon kepada pihak kepolisian agar segera menahan pelaku. Istri saya harus menanggung malu dan trauma yang mendalam akibat peristiwa ini. Sebagai suami, saya sangat sedih melihat kondisi yang dialaminya," tuturnya.Ia berharap proses hukum dapat berjalan secara profesional, transparan, dan tanpa adanya perlakuan istimewa terhadap siapa pun. Keluarga korban juga meminta agar korban mendapatkan perlindungan selama proses hukum berlangsung sehingga dapat merasa aman dan memperoleh keadilan.Hingga berita ini diterbitkan, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak Unit PPA Polres Sumba Barat Daya NTT. Keluarga korban dan masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas perkara tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku demi memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan bagi korban.Tim Investigasi SiletSumba.com

1 bulan yang lalu
Hero Image
NOBAR BHAYANGKARA HUT KE-80, POLSEK WEWEWA BARAT AJAK MASYARAKAT PERERAT KEBERSAMAAN

SiletSumba.com | Wewewa BaratDalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polsek Wewewa Barat menggelar kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Bhayangkara yang berlangsung di halaman Polsek Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT, Kamis (11/6/2026).Kegiatan yang terbuka untuk seluruh masyarakat ini diselenggarakan secara gratis sebagai bentuk kedekatan Polri dengan masyarakat serta memperkuat hubungan kemitraan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Wewewa Barat.Kapolsek Wewewa Barat, Efridus Iku Arem, menyampaikan bahwa kegiatan nobar tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-80 yang bertujuan mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat."Mari jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk mempererat Polri dan masyarakat, menumbuhkan rasa aman serta memperkuat persatuan Bhayangkara untuk negeri," ujar Kapolsek kepada Redaksi SiletSumba.com.Menurutnya, kebersamaan antara aparat kepolisian dan masyarakat merupakan modal utama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif.Masyarakat Wewewa Barat tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Selain menjadi sarana hiburan, nobar juga menjadi wadah silaturahmi yang memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat.Polsek Wewewa Barat berharap semangat HUT Bhayangkara ke-80 dapat semakin memperkokoh sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang aman, tertib, dan harmonis.Redaksi SiletSumba.com

1 bulan yang lalu
Hero Image
Diduga Sindikat Loker Fiktif, YKB Disekap dan Dianiaya di Bali, Warga Sumba Peduli Kemanusiaan Desak Polda Bali Usut Tuntas

BALI – Kasus dugaan penyekapan dan kekerasan terhadap pemuda asal Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), berinisial YKB (24), diduga terkait sindikat lowongan kerja fiktif di Bali, menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial.Imanuel Karango, Pemuda Sumba Peduli Kemanusiaan, turut menyuarakan desakan agar aparat kepolisian, khususnya Polda Bali, mengusut tuntas kasus tersebut dan mengungkap jaringan pelaku yang diduga terlibat. Peristiwa ini kini dalam penanganan Polsek Kuta dan Polresta Denpasar.Imanuel Karango dikenal sebagai wartawan sekaligus aktivis pemuda asal Sumba. Di Bali, ia pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Kodi di Bali (2019–2020), serta aktif sebagai Satgas Komunitas Perantau Kodi Bali (Kopas Bali). Ia juga merupakan anggota Ikatan Keluarga Sumba di Bali dan bagian dari Forum Pemuda & Mahasiswa Sumba di Bali.Saat ini, Imanuel Karango juga tercatat sebagai salah satu inisiator Pemuda Peduli Kemanusiaan Kodi–Sumba Barat Daya, sebuah gerakan yang fokus pada isu-isu sosial, kemanusiaan, serta advokasi bagi masyarakat Sumba, khususnya para perantau yang menghadapi persoalan hukum, ekonomi, dan sosial.Berdasarkan informasi yang beredar, korban awalnya mendapatkan tawaran pekerjaan sebagai staf administrasi dan asisten pribadi melalui media sosial dengan iming-iming pekerjaan di Bali. Korban kemudian diminta datang untuk mengikuti proses wawancara dan penandatanganan kontrak kerja di lokasi yang telah ditentukan.Namun setibanya di lokasi, korban diduga tidak mendapatkan pekerjaan sebagaimana dijanjikan. Ia justru mengaku mengalami intimidasi, perampasan barang pribadi seperti telepon genggam, laptop, KTP, dan paspor, serta dugaan penyekapan dan kekerasan fisik hingga mengalami luka.Kasus ini semakin menjadi perhatian publik setelah muncul dugaan adanya permintaan uang tebusan kepada pihak keluarga korban dengan nilai mencapai Rp100 juta disertai ancaman keselamatan korban.Dalam perkembangan berikutnya, korban dilaporkan berhasil melarikan diri dalam kondisi luka dan panik sebelum meminta pertolongan warga sekitar dan melapor ke pihak kepolisian. Saksi menyebut korban datang dalam keadaan terluka di bagian wajah dan pelipis.Menindaklanjuti laporan tersebut, Polsek Kuta bersama Polresta Denpasar telah melakukan langkah penyelidikan awal, termasuk pemeriksaan saksi, pengecekan lokasi kejadian, pengumpulan barang bukti, serta penelusuran identitas para terduga pelaku. Hingga kini, kasus tersebut masih dalam tahap pendalaman.Kelompok masyarakat Warga Sumba Peduli Kemanusiaan juga menyatakan sikap dan mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas dugaan sindikat yang terlibat, mengungkap seluruh pelaku, serta memberikan perlindungan hukum kepada korban.Aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap tawaran kerja yang tidak jelas legalitasnya, khususnya yang beredar melalui media sosial, karena berpotensi menjadi modus kejahatan yang menyasar masyarakat dari daerah.Hingga saat ini, kasus dugaan penyekapan dan kekerasan terhadap YKB masih dalam proses penyelidikan intensif oleh Polsek Kuta dan Polresta Denpasar.

1 bulan yang lalu