Hero Image
Saat Wartawan Diserang, Seberapa Aman Kebebasan Pers di Daerah?Tambolaka, 4 Mei 2026

SUMBA BARAT DAYA — Dugaan kekerasan terhadap wartawan di Kabupaten Sumba Barat Daya kembali membuka pertanyaan mendasar: seberapa aman kebebasan pers di daerah?Korban dalam kasus ini adalah jurnalis TipikorInvestigasiNews.id, Gunter Guru Ladu Meha, yang melaporkan peristiwa yang terjadi pada 23 April 2026 di Tambolaka.Proses hukum saat ini masih berlangsung di Polres Sumba Barat Daya. Penyidik telah memeriksa saksi dan pihak terlapor, serta kembali memanggil korban untuk klarifikasi lanjutan pada 4 Mei 2026.Gunter menyatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi saat kunjungan pejabat negara, di mana menurutnya terdapat sistem pengamanan yang seharusnya berjalan.“Saya berharap semua alat bukti, termasuk CCTV, bisa digunakan agar perkara ini terang,” katanya.Kasus ini tidak hanya berbicara tentang satu peristiwa, tetapi juga mencerminkan tantangan yang dihadapi jurnalis di lapangan, khususnya ketika menjalankan tugas dalam situasi sensitif.Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers menjamin perlindungan terhadap kerja jurnalistik. Namun, implementasi di lapangan kerap menjadi sorotan, terutama ketika terjadi dugaan intimidasi atau kekerasan.Hingga kini, publik masih menunggu kejelasan arah penanganan perkara tersebut.

1 bulan yang lalu
Hero Image
WARGA TEMUKAN HAL MENJIJIKKAN DI MAKANAN, DIDUGA TERJADI DI WARUNG PADANG WILAYAH WAITABULA

SUMBA BARAT DAYA – Pengalaman tak menyenangkan dibagikan oleh akun Facebook Claudia Santa yang kini ramai diperbincangkan warganet.Dalam unggahannya, ia menceritakan momen saat bersama rekannya membeli makanan di sebuah warung makan Padang di wilayah Waitabula, sebelum melanjutkan perjalanan ke Waikelo untuk sekadar refreshing.Mereka membeli beberapa bungkus nasi, di antaranya nasi telur dan nasi ayam. Namun, saat hendak menikmati makanan tersebut, salah satu rekannya menemukan sesuatu yang tidak biasa di bagian tulang ayam yang dikonsumsi.Temuan tersebut sontak membuat mereka menghentikan aktivitas makan karena diduga terdapat benda menyerupai larva pada makanan tersebut.Kejadian ini langsung memicu reaksi warganet dan menjadi perbincangan hangat di media sosial, karena menyangkut aspek kebersihan dan keamanan makanan yang dikonsumsi masyarakat.Dalam unggahannya, Claudia juga mengingatkan para pelaku usaha kuliner agar lebih memperhatikan kebersihan dan higienitas makanan yang dijual.“Cari uang itu penting, tapi kebersihan makanan juga harus diutamakan,” tulisnya dalam unggahan tersebut.Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap kualitas makanan sangat penting, baik oleh pelaku usaha maupun pihak terkait. Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk lebih berhati-hati dan teliti sebelum mengonsumsi makanan yang dibeli.Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak warung yang dimaksud.

1 bulan yang lalu
Hero Image
Jalan Baru, Umur Pendek: Warga Weepangali Pertanyakan Kualitas Pekerjaan PU

SUMBA BARAT DAYA – Pekerjaan pemeliharaan jalan yang dilakukan pada akhir tahun 2025 di Desa Weepangali, Kecamatan Loura, menuai sorotan tajam dari warga. Proyek yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sumba Barat Daya itu disebut hanya bertahan sekitar satu bulan sebelum kembali rusak parah.Umbu Wara, salah satu warga Desa Weepangali yang ditemui media siletsumba.com, mengungkapkan kekecewaannya. Ia bersama warga lainnya menilai kualitas pekerjaan tersebut jauh dari harapan.“Baru satu bulan sudah hancur lagi. Sekarang malah lebih parah,” ujarnya.Kerusakan paling mencolok terlihat di ruas jalan depan SDM PUU UPPO. Kondisi jalan yang berlubang dan tidak rata dinilai membahayakan pengguna jalan. Warga menyebut, hampir setiap minggu terjadi kecelakaan di lokasi tersebut.“Sering sekali orang jatuh. Bahkan ada yang sampai patah tangan,” tambah Umbu Wara.Situasi ini memicu pertanyaan serius dari masyarakat terkait kualitas pekerjaan serta pengawasan proyek. Warga berharap ada perhatian dan tindakan nyata dari pihak terkait agar tidak terus memakan korban.Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sumba Barat Daya terkait kondisi tersebut.

1 bulan yang lalu
Hero Image
KISAH HARU DARI WEWEWA BARAT: DOA PANJANG ORANG TUA, BERBUAH MANIS DI TARUNA NUSANTARA

SiletSumba.com — Di balik kelulusan seorang anak, selalu ada cerita panjang yang jarang terlihat. Bukan sekadar hasil, tapi perjuangan, doa, dan air mata yang diam-diam mengalir.Itulah yang dialami oleh pasangan Lodowyk Bili Anadolo dan Arista Bouka dalam mengantar anak mereka, Dwijansen Rendison Anadolo, hingga akhirnya resmi lolos masuk Sekolah Taruna Nusantara di Magelang.Perjalanan itu tidak instan.Dimulai dari proses seleksi awal di Sumba Barat Daya yang diselenggarakan dan difasilitasi oleh Bapak Kapolres dan Ibu Kapolres Sumba Barat Daya, Dwijansen harus melewati tahapan demi tahapan yang ketat. Dari sekitar 100 peserta tingkat SMP, jumlah itu dipangkas menjadi 64 orang. Lalu kembali disaring menjadi 15 orang terbaik.Namun perjuangan belum berhenti di situ.Dwijansen harus mengikuti pembinaan di susteran Waitabula, lanjut bimbingan belajar, hingga menjalani seleksi lanjutan ke Surabaya dan akhirnya ke Kupang. Setiap tahap adalah ujian, bukan hanya bagi sang anak, tapi juga bagi kedua orang tuanya yang terus menguatkan lewat doa.“Tidak mudah… tapi kami percaya setiap proses ada maksud Tuhan,” ungkap Lodowyk dengan suara penuh haru.Penantian panjang itu akhirnya terjawab pada Minggu, 26 April 2026.Hari itu menjadi titik balik. Nama Dwijansen Rendison Anadolo, siswa SMP Kristen Waimangura, Kecamatan Wewewa Barat, diumumkan sebagai satu-satunya yang lulus dari Sumba Barat Daya.Lebih menggetarkan lagi, seleksi tersebut bukan hanya diikuti oleh peserta dari Sumba Barat Daya, tetapi juga bersaing dengan peserta dari berbagai daerah lain. Artinya, pencapaian ini bukan sekadar lolos—ini adalah kemenangan dari persaingan yang sangat ketat.Di balik senyum bahagia itu, tersimpan cerita tentang kesabaran, ketekunan, dan keyakinan yang tidak goyah.Ini bukan hanya keberhasilan seorang anak.Ini adalah bukti bahwa doa orang tua, jika dipadukan dengan usaha tanpa henti, bisa menembus batas yang terlihat mustahil.Dari Wewewa Barat… menuju Magelang. Sebuah langkah kecil dari kampung, untuk mimpi yang besar bagi bangsa.

1 bulan yang lalu
Hero Image
SP2HP TERBIT! KASUS KEKERASAN WARTAWAN DI SBD MAKIN PANAS—NAMA SUDAH DIPERIKSA, TERSANGKA KAPAN?Rabu, 29 April 2026

SUMBA BARAT DAYA — Kasus dugaan kekerasan terhadap wartawan TipikorInvestigasiNews.id, Gunter Guru Ladu Meha, memasuki fase yang semakin panas. Dokumen resmi kepolisian akhirnya terbit, dan isinya membuka arah baru penanganan perkara.Berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) tertanggal 29 April 2026, penyidik Polres Sumba Barat Daya memastikan bahwa laporan korban telah ditindaklanjuti secara serius.Bukan hanya itu, dokumen tersebut menegaskan bahwa: saksi-saksi telah diperiksaterlapor juga sudah dimintai keteranganpenyidik akan melanjutkan pemeriksaan terhadap pihak-pihak lain di lokasi kejadianArtinya, perkara ini bukan lagi dugaan kosong. Arah kasus sudah mulai mengerucut.SUDAH PERIKSA TERLAPOR, TAPI… TERSANGKA BELUM MUNCUL?Di sinilah publik mulai bertanya.Jika terlapor sudah diperiksa,jika saksi sudah dimintai keterangan,lalu apa yang masih menahan penetapan tersangka?Apakah penyidik masih mengunci alat bukti,atau proses ini akan kembali berjalan lambat seperti banyak kasus lain?Pertanyaan ini makin kuat di tengah beredarnya informasi soal dugaan keterlibatan oknum tertentu, termasuk inisial Asterius Dappa Kira bersama pihak lain. Namun hingga kini, kepolisian belum memberikan pengumuman resmi terkait status hukum pihak-pihak tersebut.KASUS MULAI MELEBAR: BUKAN SATU ORANG SAJA?Dalam SP2HP juga disebutkan bahwa penyidik akan memeriksa pihak lain, termasuk aparat yang berada di lokasi kejadian saat peristiwa berlangsung. Ini sinyal penting.Artinya, kasus ini berpotensi tidak berhenti pada satu aktor, tetapi bisa melebar ke pihak-pihak lain yang mengetahui, melihat, atau bahkan diduga terlibat.TEKANAN PUBLIK NAIK, AKSI SUDAH DI DEPAN MATADi tengah proses hukum yang berjalan, tekanan publik ikut menguat. Seruan aksi ke Mabes Polri mulai digaungkan.Tagar #StopKekerasanTerhadapWartawan bergema.Tuntutan pun mulai keras: usut tuntas, tangkap pelaku, jangan tebang pilih.Ini bukan lagi sekadar kasus lokal, ini sudah berubah menjadi isu kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.PERTARUHAN BESAR DI MEJA PENYIDIKSP2HP sudah terbit.Pemeriksaan sudah berjalan.Nama sudah beredar.Sekarang tinggal satu langkah yang ditunggu publik: penetapan tersangka.Karena di titik ini, semua mata tertuju ke satu hal: apakah hukum akan ditegakkan tanpa raguatau kembali menguap tanpa kejelasan.

1 bulan yang lalu
Hero Image
DITRESSIBER POLDA BALI GEREBEK PRAKTIK PROSTITUSI ONLINE & DISTRIBUSI KONTEN PORNOGRAFI DI DUNIA MAYA”

Denpasar – Tim Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Bali kembali melakukan pengungkapan kasus serius yang menyeret praktik kejahatan di ruang digital. Tiga perempuan masing-masing berinisial FF (28), TW (22), dan TRK (23) diamankan aparat karena diduga terlibat dalam aktivitas prostitusi daring serta penyebaran konten pornografi melalui media sosial X dan aplikasi Telegram.Pengungkapan kasus ini bermula dari operasi penyamaran yang dilakukan petugas. Dalam penyelidikan tersebut, polisi melakukan transaksi terselubung hingga menerima sejumlah konten bermuatan asusila yang dikirim melalui platform digital. Dari hasil pengembangan, aparat kemudian melacak dan mengamankan para terduga pelaku dari lokasi berbeda di wilayah Denpasar dan Gianyar.Dalam penindakan tersebut, polisi juga menyita sejumlah barang bukti penting, antara lain empat unit telepon genggam, tangkapan layar percakapan dan konten digital, serta bukti transfer yang diduga berkaitan dengan transaksi ilegal tersebut.Saat ini, ketiga terduga pelaku telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian masih mendalami kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas di balik aktivitas tersebut, termasuk peran pihak lain dalam distribusi konten maupun transaksi daring.Kasus ini menjadi perhatian serius aparat, mengingat praktik serupa dinilai semakin berkembang di ruang digital dan sulit terdeteksi tanpa operasi khusus.SILET SUMBA – “MENGUPAS FAKTA DI BALIK LAYAR DIGITAL”

1 bulan yang lalu
Hero Image
AP2 INDONESIA GERUDUK KPK RIDUGAAN KORUPSI DI SBD – NTT JADI SOROTAN

Jakarta, Rabu 29 April 2026 — Aliansi Pemuda dan Pelajar Indonesia (AP2 Indonesia) menggelar aksi unjuk rasa di depan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI).Aksi tersebut dipimpin langsung oleh jajaran pengurus pusat, di antaranya La Ode Hasanuddin Kansi selaku Dewan Pembina DPP AP2 Indonesia dan Yasir Mukadir selaku Ketua Umum DPP AP2 Indonesia.Massa aksi datang dengan satu tuntutan tegas:tangkap dan penjarakan pelaku korupsi di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur.AP2 Indonesia juga mendesak KPK untuk segera memanggil dan memeriksa sejumlah pejabat daerah yang diduga terlibat dalam berbagai kasus, yakni:Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat DayaDiduga terlibat dalam penyimpangan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024.Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat DayaDiduga melakukan pemotongan insentif dokter spesialis, yang seharusnya menjadi hak tenaga medis.Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Barat DayaDisorot atas dugaan korupsi dana THR guru sebesar Rp12 miliar yang hingga kini disebut belum dicairkan.Berdasarkan data dan informasi yang diterima Pemimpin Redaksi Silet Sumba pada Kamis, 30 April 2026, dugaan kasus-kasus tersebut dinilai telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, terutama karena menyangkut sektor vital seperti pertanian, kesehatan, dan pendidikan.Dalam orasinya, massa menegaskan bahwa praktik korupsi bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga bentuk pengkhianatan terhadap rakyat.jika dugaan ini benar, maka penegakan hukum tidak boleh setengah hati, siapa pun yang terlibat harus diproses tanpa pandang jabatan.

1 bulan yang lalu
Hero Image
Kasus Baru Pasca PTUN: Dugaan Penyelewengan Dana di SMKN 5 Kupang Dilaporkan

Kupang, SiletSumba.com. - Di tengah kabar kemenangan dalam sengketa di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), seorang oknum kepala sekolah di Kota Kupang justru menghadapi persoalan hukum baru. Ia dilaporkan ke Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) atas dugaan tindak pidana penggelapan dana pendidikan di lingkungan SMKN 5 Kota Kupang.Laporan tersebut telah resmi diterima oleh Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda NTT dan tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: STTLP/B/164/IV/2026/SPKT/POLDA NTT.Pelapor melalui kuasa hukum, Hendryanus Rudyanto Tonubessi, SH., MH, menyampaikan bahwa laporan ini berkaitan dengan dugaan penyelewengan dalam pengelolaan keuangan sekolah. Laporan diajukan pada 29 April 2026 sekitar pukul 22.09 WITA di SPKT Polda NTT.Dalam uraian laporan, disebutkan bahwa dugaan penggelapan terjadi sejak yang bersangkutan menjabat sebagai kepala sekolah. Sejumlah komponen anggaran diduga tidak dikelola secara transparan, termasuk dana komite sekolah, pengadaan pakaian, hingga biaya kegiatan yang bersumber dari anggaran operasional sekolah.“Laporan ini kami ajukan sebagai bentuk upaya mencari keadilan dan mendorong penegakan hukum atas dugaan penyalahgunaan anggaran pendidikan yang merugikan banyak pihak,” ujar kuasa hukum pelapor.Kasus ini menjadi sorotan publik, mengingat sebelumnya yang bersangkutan dikabarkan memenangkan gugatan di PTUN. Namun, kemenangan tersebut tidak serta-merta menutup persoalan lain yang kini mulai diusut aparat penegak hukum.Polda NTT melalui SPKT telah menerima laporan tersebut dan selanjutnya akan menindaklanjuti dengan proses penyelidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Masyarakat pun berharap agar kasus ini dapat diusut secara transparan dan profesional demi menjaga integritas dunia pendidikan di Nusa Tenggara Timur.Perkembangan penanganan perkara ini dapat dipantau melalui sistem informasi penanganan perkara kepolisian.

1 bulan yang lalu
Hero Image
Beta Tra Sanggup Dengar Suara Marvin…” – Bantuan Sederhana yang Menyentuh Hati dari Kupang ke Werilolo

Sumba Barat Daya – Sebuah bantuan sederhana yang disalurkan kepada Marvin, siswa SD–TK Bondo Delo di Desa Werilolo, Kecamatan Wewewa Selatan, ternyata meninggalkan jejak emosi yang begitu dalam, bahkan hingga ke Kupang.Pimpinan Redaksi siletsumba.com, mewakili Ibu Sonia Mali Hardianto bersama rekan guru di Kupang, sebelumnya telah menyerahkan bantuan berupa satu pasang seragam sekolah, sepatu, tas, serta buku dan pulpen kepada Marvin, yang didampingi oleh guru wali kelasnya.Namun, lebih dari sekadar bantuan fisik, momen itu berubah menjadi kisah yang menyentuh hati banyak orang.Dalam ungkapan penuh haru, Ibu Sonia menyampaikan bahwa dirinya tidak sanggup menahan perasaan saat mendengar suara Marvin.“Sa tra sanggup dengar Marvin omong… hati saya sakit,” ungkapnya dengan penuh emosi.Ia juga menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada pihak yang telah menjadi perpanjangan tangan dalam menyalurkan bantuan tersebut, meski di tengah kesibukan.“Terima kasih banyak sudah jadi penyambung tangan kami. Maaf di tengah kesibukan masih sempat antarkan titipan kami. Tuhan memberkati dengan kesehatan,” lanjutnya.Bagi Ibu Sonia dan rekan-rekannya, bantuan ini mungkin terlihat sederhana. Namun mereka percaya, hal kecil seperti ini dapat menjadi penyemangat besar bagi seorang anak untuk terus melangkah dalam pendidikan.Salam hangat pun ia titipkan untuk Marvin.“Sekolah yang rajin, jadi anak hebat suatu hari nanti,” pesannya penuh harap.Di tengah berbagai keterbatasan yang masih dihadapi anak-anak di pelosok, kisah ini menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak selalu harus besar untuk berarti.Kadang, cukup dengan hadir, mendengar, dan berbagi—sudah mampu menguatkan langkah kecil menuju masa depan.Dan di Werilolo, dari sepasang sepatu dan seragam baru, harapan itu kini berjalan pelan… tapi pasti.

1 bulan yang lalu
Hero Image
DI BALIK BETON RSUD REDABOLO: DARI TANAH PENGABDIAN KE HARAPAN PELAYANAN KESEHATAN SBD

Sumba Barat Daya – Di tengah peninjauan pembangunan RSUD Redabolo, terselip momen yang lebih dalam dari sekadar progres fisik. Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, tak hanya melihat bangunan, ia juga menyentuh sisi pengabdian yang menjadi fondasi berdirinya rumah sakit tersebut.Usai meninjau langsung gedung, Menteri Kesehatan memanggil salah satu dokter umum untuk berdialog. Sosok itu adalah dr. Tania, yang dengan penuh semangat merespons setiap pertanyaan. Dialog singkat itu kemudian membuka cerita besar.Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, mengungkap bahwa keluarga dr. Tania bersama Kepala Desa Watukawula, Laurensius Todo, adalah pihak yang menyerahkan tanah untuk pembangunan RSUD Redabolo.Sebuah fakta yang mengubah cara pandang: bahwa rumah sakit ini tidak hanya berdiri di atas anggaran negara, tetapi juga di atas keikhlasan masyarakatnya sendiri.Mendengar hal tersebut, Menteri Kesehatan menyampaikan apresiasi secara langsung kepada Laurensius Todo. Ia berpesan agar fasilitas yang dibangun dijaga dengan baik, karena pengabdian seperti ini memiliki nilai yang jauh melampaui materi.“Upah kita ada di akhirat,” pesan Menteri, menegaskan bahwa setiap kontribusi untuk kemanusiaan tidak pernah sia-sia.Berdasarkan pantauan langsung jurnalis Siletsumba.com, momen ini menjadi pengingat kuat: pembangunan bukan hanya soal beton, besi, dan anggaran. Lebih dari itu, ini adalah tentang kolaborasi, kepercayaan, dan pengorbanan.RSUD Redabolo hari ini mungkin masih dalam tahap pembangunan. Namun semangat yang melandasinya sudah utuh—bahwa pelayanan kesehatan di Sumba Barat Daya lahir dari kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat.Ini bukan sekadar proyek. Ini adalah warisan.(Siletsumba.com)

1 bulan yang lalu