Hero Image
“Satu Pintu atau Lempar Tanggung Jawab? Bupati SBD Beda Sikap Soal Alsintan dan Residen—Publik Mencium Kontradiksi”

SUMBA BARAT DAYA — Jumat, 27 Maret 2026Sikap berbeda ditunjukkan dalam pernyataan Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, saat merespons dua isu yang sama-sama menjadi perhatian publik: alat dan kebijakan.Ketika dikonfirmasi terkait keberadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) di sekitar rumah jabatan Bupati, ia dengan tegas mengarahkan wartawan untuk berkoordinasi dengan dinas teknis.“Silakan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian,” ujarnya.Namun, pada waktu yang sama, saat dikonfirmasi terkait polemik dokter residen yang berganti tiap bulan di RSUD Redabolo, Bupati justru mengambil sikap berbeda.“Silakan tanya langsung ke saya sebagai Bupati,” tegasnya.DUA PERNYATAAN, SATU PANGGUNG, HASIL BERBEDA1. Dua respons dalam satu waktu.2. Dua isu berbeda.Namun menghasilkan arah komunikasi yang bertolak belakang.Untuk sektor pertanian , diarahkan ke dinas teknis.Untuk sektor kesehatan , ditarik langsung ke Bupati.Pertanyaan pun muncul:di mana batas kewenangan, dan di mana konsistensi sikap kepemimpinan? KONTRADIKSI YANG TERBUKADalam tata kelola pemerintahan, konsistensi bukan sekadar etika, tetapi fondasi kepercayaan publik.Namun pola yang terlihat justru sebaliknya.Di satu sisi, Bupati menegaskan pentingnya mekanisme birokrasi dengan mengarahkan ke dinas terkait.Di sisi lain, untuk isu kesehatan yang lebih kompleks dan sensitif, termasuk kebijakan mendatangkan dokter residen (calon spesialis) setiap bulan, justru diambil alih langsung.Padahal, isu ini tidak berdiri sendiri. Ia bersinggungan dengan:kebijakan anggaran dan kesiapan fasilitas di RSUD Redabolo, hingga dugaan ketidaksesuaian dengan Permenkes Nomor 3 Tahun 2020TITIK KRITIS — KEPALA DAERAH ATAU FILTER INFORMASI?Ketika kepala daerah memilih menjadi pusat jawaban untuk satu isu, namun mendelegasikan isu lain, publik berhak bertanya:Apakah ini bentuk tanggung jawab?Atau justru seleksi informasi yang ingin dikendalikan?Terlebih di tengah fakta lain:dokter residen datang dan pergi tiap bulanalat kesehatan rusak dan belum tersediapasien masih harus dirujuk keluar.Maka kontradiksi pernyataan ini bukan sekadar soal komunikasi, tetapi menyentuh pada arah kebijakan itu sendiri.PENUTUP — MENYENTAK LOGIKA PUBLIKPernyataan Bupati membuka ruang,namun sekaligus memunculkan celah.Ketika satu isu dilempar ke dinas,dan isu lain ditarik ke pusat kekuasaan,maka publik tidak hanya mendengar jawaban, tetapi juga membaca pola.Dan dalam pola itulah, kepercayaan dibangun… atau runtuh.Karena pada akhirnya, yang dibutuhkan masyarakat bukan sekadar siapa yang menjawab, tetapi jawaban yang konsisten, transparan, dan berpihak pada kebenaran.

1 bulan yang lalu
Hero Image
“Dana Masuk Kasda Sejak November 2025, Dinas Pendidikan SBD Disorot: THR & Gaji 13 TPG Guru Sertifikasi Belum Ditransfer ke Rekening”

SILET SUMBA –Sejumlah guru sertifikasi di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), NTT, kembali mempertanyakan kejelasan pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG), khususnya THR TPG dan Gaji 13 TPG Tahun Anggaran 2025 yang hingga kini belum juga ditransfer ke rekening penerima.Padahal, berdasarkan informasi dari sumber terpercaya yang enggan disebutkan namanya kepada Pimpinan Redaksi siletsumba.com, dana tersebut telah masuk ke Kas Daerah (Kasda) sejak sekitar bulan November 2025.Namun fakta di lapangan berkata lain:hingga saat ini para guru penerima belum menerima hak tersebut.Perlu ditegaskan, THR TPG dan Gaji 13 TPG bukanlah pembayaran umum seperti THR dan gaji ke-13 ASN pada umumnya.Jika THR dan gaji 13 reguler diberikan merata kepada seluruh ASN, maka:THR TPG dan Gaji 13 TPG hanya diperuntukkan bagi guru penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG)Tidak semua guru sertifikasi otomatis menerima, karena ada kriteria tertentuSalah satunya ditentukan berdasarkan tahun kelulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) serta persyaratan administratif lainnya.Dengan demikian, ini adalah hak spesifik dan terukur, bukan bantuan umum yang bisa ditunda tanpa penjelasan.Sorotan pun mengarah langsung ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Barat Daya, sebagai instansi teknis yang bertanggung jawab dalam proses verifikasi dan penyaluran dana tersebut.Lebih lanjut, Pimpinan Redaksi siletsumba.com telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan SBD melalui pesan WhatsApp dan panggilan telepon seluler. Namun hingga berita ini diturunkan:Nomor WhatsApp dan telepon seluler yang bersangkutan tidak aktifPesan WhatsApp yang dikirim hanya berstatus centang satu pada pukul 10.19 WITA. Tidak ada respons atau klarifikasi yang diberikan.Situasi ini semakin memperkuat tanda tanya publik:Jika dana sudah masuk Kasda sejak November 2025, mengapa belum ditransfer ke rekening guru?Apa kendala sebenarnya di internal Dinas Pendidikan SBD?Mengapa pihak terkait terkesan sulit dikonfirmasi?Kondisi ini dinilai mencederai rasa keadilan para guru yang telah memenuhi syarat sebagai penerima TPG. Lebih dari itu, keterlambatan ini berpotensi menimbulkan krisis kepercayaan terhadap pengelolaan anggaran pendidikan di daerah.Pimpinan Redaksi siletsumba.com menegaskan, jika benar dana telah tersedia namun belum disalurkan, maka publik berhak mengetahui secara transparan:apa yang sebenarnya terjadi di balik mandeknya hak guru sertifikasi ini?

1 bulan yang lalu
Hero Image
DUGAAN PENYIMPANGAN SPPD DI DINKES SBD: RATUSAN JUTA DIPERTANYAKAN, PASIEN TERPAKSA BELI OBAT SENDIRI

Tambolaka —Dugaan penyimpangan anggaran serta rekayasa Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya kian menguat.Informasi ini mengemuka berdasarkan pengakuan sejumlah pegawai yang disampaikan di hadapan Inspektorat Kabupaten Sumba Barat Daya dalam pemeriksaan yang berlangsung sejak 30 Maret hingga 1 April 2026.Para pegawai tersebut disebut memberikan keterangan terkait adanya ketidaksesuaian antara dokumen perjalanan dinas dengan realisasi kegiatan di lapangan, termasuk indikasi penggunaan nama pegawai tanpa sepengetahuan serta pencairan anggaran yang tidak sepenuhnya diterima oleh yang bersangkutan.Nilai dugaan penyimpangan disebut mencapai ratusan juta rupiah.Namun di sisi lain, hasil investigasi di lapangan menunjukkan kondisi yang berbanding terbalik.Sejumlah Puskesmas di Kabupaten Sumba Barat Daya diketahui mengalami kelangkaan dan kekurangan obat, sehingga berdampak langsung pada pelayanan kesehatan masyarakat.Akibatnya, pasien dan masyarakat yang datang berobat terpaksa membeli obat sendiri di luar karena tidak tersedia di Puskesmas.Sehingga muncul dugaan terjadi kekosongan sejumlah obat pada Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Sumba Barat Daya sebagai pemasok obat ke seluruh Puskesmas di Sumba Barat DayaKondisi ini memunculkan pertanyaan publik yang semakin kuat:bagaimana pengelolaan anggaran di Dinas Kesehatan Sumba Barat Daya jika di saat yang sama kebutuhan dasar seperti obat justru tidak terpenuhi?Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya terkait dugaan penyimpangan anggaran maupun kondisi kekurangan obat di lapangan.Sementara itu, proses audit oleh Inspektorat telah berlangsung, dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dilaporkan tengah melakukan pemeriksaan lanjutan.Publik mendesak:Transparansi hasil audit secara terbuka.Penjelasan terkait distribusi dan ketersediaan obatPenelusuran menyeluruh terhadap penggunaan anggaran.Ketika pasien harus membeli obat sendiri, pertanyaannya sederhana: ke mana anggaran kesehatan dialokasikan?

1 bulan yang lalu
Hero Image
DUGAAN SPPD FIKTIF DI DINKES SBD KIAN SERIUS: NAMA PEGAWAI DICATUT, PEMBAYARAN TUNAI, BPK TURUN AUDIT

Tambolaka —Rabu, 1 April 2026 Dugaan penyimpangan anggaran perjalanan dinas dalam dan luar daerah di tubuh Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya kian menguat.Berdasarkan keterangan sumber internal yang meminta identitasnya dirahasiakan, terungkap indikasi praktik pembuatan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) yang tidak sesuai dengan realisasi kegiatan, dengan nilai yang disebut-sebut mencapai ratusan juta rupiah.Modus yang teridentifikasi menunjukkan pola berulang:1. Nama dicatut tanpa sepengetahuan pegawai.Sejumlah pegawai disebut tidak pernah mengikuti kegiatan lapangan, namun namanya tetap dicantumkan dalam dokumen SPPD. Yang bersangkutan tidak mengetahui dan tidak menerima dana yang dicairkan.2. Pegawai menerima sebagian, sisanya dipertanyakanAda pegawai yang memang melaksanakan kegiatan dan menerima sebagian dana. Namun untuk kegiatan lain yang tidak dilakukan, tetap dibuatkan SPPD menggunakan namanya—bahkan tanpa tanda tangan pada daftar pembayaran. Dana tetap dicairkan, namun alirannya tidak diketahui.3. Pencairan anggaran tanpa kegiatan nyata.Sumber juga mengungkap adanya dugaan pencairan anggaran meskipun kegiatan yang tercantum tidak pernah dilaksanakan.4. Pembayaran dilakukan secara tunai.Dalam beberapa kasus, pembayaran disebut dilakukan secara tunai dan tidak melalui transfer ke rekening masing-masing pegawai. Kondisi ini dinilai menyulitkan penelusuran aliran dana serta membuka ruang ketidaksesuaian dalam distribusi.Anggaran perjalanan dinas ini diduga bersumber dari APBD II dan APBN, sehingga apabila terbukti terjadi penyimpangan, berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara.Saat ini, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dilaporkan tengah berada di Kabupaten Sumba Barat Daya untuk melakukan pemeriksaan dan audit. Kehadiran BPK menjadi momentum penting untuk menguji kebenaran berbagai indikasi yang beredar.Sejumlah pegawai yang telah diperiksa oleh Inspektorat juga disebut mulai memberikan keterangan yang mengarah pada adanya ketidaksesuaian antara dokumen dan realisasi di lapangan.Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya terkait dugaan tersebut.Publik kini menanti: apakah audit akan membuka fakta secara terang benderang, atau justru kembali menyisakan tanda tanya?Desakan pun menguat agar:Hasil audit dibuka secara transparan.Alur pencairan dan pertanggungjawaban anggaran dijelaskan.Pihak yang bertanggung jawab diungkap secara jelas

2 bulan yang lalu
Hero Image
“Dari Mimbar Akademik ke Akar Masalah NTT: Tiga Guru Besar Undana Tak Sekadar Dikukuhkan”

Kupang —Di tengah kompleksitas Nusa Tenggara Timur yang tak pernah sederhana, satu pesan kuat lahir dari ruang akademik: pembangunan tak bisa lagi berjalan tanpa arah berbasis ilmu.Rabu, 8 April 2026, Universitas Nusa Cendana mengukuhkan tiga guru besar dalam sebuah prosesi akademik yang berlangsung khidmat di Aula Auditorium Grha Cendana, Kupang.Berdasarkan pantauan langsung Pimpinan Redaksi siletsumba.com di lokasi acara, suasana pengukuhan berlangsung penuh wibawa. Hadirnya unsur pemerintah, akademisi, dan keluarga besar para profesor mempertegas bahwa momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan peristiwa penting dalam perjalanan intelektual daerah.Tiga nama, tiga disiplin, satu tanggung jawab besar.Prof. Dr. Linda W. Fanggidae hadir dengan perspektif Arsitektur dan Perilaku—sebuah pengingat bahwa pembangunan sering kali melupakan manusia sebagai pusatnya.Prof. Dr. William Djani membawa isu reformasi kebijakan pembangunan kesehatan yang menyentuh aspek keadilan sosial.Sementara Prof. Zakarias Seba Ngara membuka potensi inovasi melalui Fisika Material yang relevan dengan kebutuhan daerah.Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa pemerintah membutuhkan dukungan kuat dari kalangan akademisi.“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kebijakan harus berbasis riset dan data agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya di hadapan civitas akademika.Ia juga mengingatkan bahwa kehadiran guru besar harus memberi dampak nyata.“Kampus harus menjadi mitra strategis pemerintah. Ilmu pengetahuan tidak boleh berhenti di ruang kelas, tetapi harus hadir di tengah masyarakat,” tambahnya.Di titik ini, Undana tidak hanya menambah daftar profesor. Ia sedang membangun fondasi.Fondasi bahwa kampus bukan menara gading, melainkan pusat lahirnya solusi. Bahwa pembangunan tidak cukup dirancang—tetapi harus dipahami secara ilmiah dan dijalankan dengan keberpihakan.NTT tidak kekurangan program. Yang sering hilang adalah ketepatan.Dan dari Aula Grha Cendana hari itu, satu harapan menguat—bahwa ilmu pengetahuan tidak lagi berjalan di belakang kebijakan, tetapi menjadi pijakan utama dalam menentukan arah masa depan daerah.Pertanyaannya kini bukan lagi apa yang telah dikukuhkan.Melainkan sejauh mana ilmu itu benar-benar bekerja untuk rakyat.Silet Sumba — Menjaga Nyala dengan Nalar.

2 bulan yang lalu
Hero Image
TIGA GURU BESAR DIKUKUHKAN, GUBERNUR NTT HADIR SAKSIKAN KEBANGKITAN INTELEKTUAL DARI TIMUR

Kupang, 8 April 2026 — Dari dalam ruang megah Auditorium Graha Cendana, sejarah kembali ditulis. Berdasarkan pantauan langsung jurnalis siletsumba.com, Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Universitas Nusa Cendana berlangsung khidmat, penuh wibawa, dan sarat makna.Tiga akademisi resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-77, 78, dan 79 di lingkungan Universitas Nusa Cendana, yakni Prof. Linda W. Fanggidae, S.T., M.T. (ke-77), Prof. Dr. drs. William Dami, M.Si. (ke-78), dan Prof. Zakarias Seba Ngara, S.Si., M.Si., Ph.D. (ke-79). Ketiganya hadir membawa kekuatan ilmu dari bidang berbeda—arsitektur dan perilaku, reformasi kebijakan kesehatan, serta fisika material.Pengukuhan ini semakin istimewa dengan kehadiran langsung Emanuel Melkiades Laka Lena yang turut menyaksikan momentum penting tersebut. Kehadiran orang nomor satu di Nusa Tenggara Timur ini menjadi sinyal kuat dukungan pemerintah terhadap kemajuan dunia pendidikan tinggi di daerah.Sorotan utama jatuh pada prosesi pengukuhan yang berlangsung tertib dan penuh khidmat. Dengan balutan toga kebesaran, para Guru Besar menyampaikan orasi ilmiah yang menegaskan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional.Bagi publik NTT, momen ini bukan sekadar seremoni akademik. Ini adalah pesan tegas bahwa dari timur Indonesia lahir pemikir-pemikir besar yang siap bersaing di tingkat nasional bahkan global. Universitas Nusa Cendana kembali menegaskan posisinya sebagai pusat lahirnya intelektual unggul yang berpijak pada realitas lokal.Di tengah berbagai keterbatasan, pengukuhan ini menjadi bukti nyata: kualitas tidak ditentukan oleh pusat atau pinggiran, tetapi oleh ketekunan, integritas, dan keberanian untuk berpikir besar.Auditorium Graha Cendana hari itu tidak hanya dipenuhi tamu undangan dan sivitas akademika—tetapi juga harapan. Harapan bahwa ilmu pengetahuan akan terus tumbuh dari tanah NTT, mengakar kuat, dan menjulang tinggi.Silet Sumba | Menyajikan Fakta, Mengangkat Martabat Lokal

2 bulan yang lalu
Hero Image
Dua Guru Besar Baru Undana Dikukuhkan, Ini Sosok dan Pesan Tegasnya!

SILET SUMBA | KUPANG — 8 APRIL 2026📍KupangSuasana khidmat menyelimuti aula Fakultas Sains dan Teknik Universitas Nusa Cendana, Selasa (8/4/2026). Dua akademisi resmi menyandang gelar Guru Besar dalam prosesi yang menjadi sorotan civitas akademika dan masyarakat.Mereka adalah:Prof. Dr. Linda W. Fangidae, S.T., M.T — Guru Besar Arsitektur dan PerilakuProf. Dr. Zakarias Seba Ngara, S.Si., M.Si., Ph.D — Guru Besar Fisika MaterialDalam orasi ilmiahnya, kedua profesor menegaskan bahwa ilmu pengetahuan harus hadir sebagai solusi nyata bagi persoalan masyarakat, khususnya di Nusa Tenggara Timur.Prosesi yang dipimpin Dekan Fakultas Sains dan Teknik ini bukan sekadar seremoni, tetapi penegasan bahwa Undana terus melahirkan pemikir dan inovator yang siap bersaing di tingkat nasional.“Gelar ini adalah amanah besar untuk terus berkarya dan memberi dampak,” tegas salah satu perwakilan pimpinan kampus dalam sambutannya.Pengukuhan ini menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi di daerah terus berkembang dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

2 bulan yang lalu
Hero Image
Pengiringan Budaya Penuh Haru untuk Sang Akademisi: Prof. Zakarias Seba Ngara di Kupang

Kupang — Suasana Aula GHRA Cendana Kupang dipenuhi nuansa adat dan kehangatan kekeluargaan dalam prosesi pengiringan budaya bagi Zakarias Seba Ngara, seorang putra terbaik Nusa Tenggara Timur yang telah mencapai puncak akademik sebagai Guru Besar.Prosesi ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan perwujudan nilai luhur budaya yang hidup dan dijaga kuat oleh masyarakat. Keluarga besar dengan balutan kain adat, simbol kehormatan, serta iringan doa dan restu, mengantar perjalanan kehormatan sang profesor dengan penuh makna.Dalam tradisi ini, pengiringan keluarga menjadi simbol bahwa keberhasilan seseorang bukanlah hasil perjuangan individu semata, melainkan buah dari dukungan kolektif—keluarga, leluhur, dan komunitas. Setiap langkah yang diambil dalam prosesi tersebut mencerminkan penghormatan terhadap akar budaya yang tidak pernah tercerabut.Momen ini juga menjadi pengingat kuat bahwa di tengah capaian akademik setinggi langit, nilai-nilai budaya tetap menjadi fondasi utama. Aula GHRA Cendana pun seolah menjadi saksi hidup perpaduan antara ilmu pengetahuan dan kearifan lokal yang berjalan beriringan.Berdasarkan pantauan langsung Pimpinan Redaksi siletsumba.com, kegiatan berlangsung di Universitas Nusa Cendana, Kupang, pada 8 April 2026.Diketahui, Zakarias Seba Ngara merupakan putra terbaik asal Desa Kiko Boko, Kecamatan Wewewa Tengah, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur—yang kini mengharumkan nama daerah melalui capaian akademiknya.Silet Sumba mencatat:Di balik gelar panjang dan prestasi gemilang, ada jejak langkah budaya yang setia mengiringi—diam, tapi penuh makna.

2 bulan yang lalu
Hero Image
PEMUDA GMIT SUKSESKAN PAWAI PASKAH 2026, DAPAT DUKUNGAN PEMERINTAH PUSAT

Kupang, 6 April 2026Perayaan Paskah Pemuda GMIT Tahun 2026 yang diwujudkan melalui kegiatan pawai di Kota Kupang berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh antusiasme pada Senin, 6 April 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu momentum penting dalam memperkuat nilai-nilai iman, persatuan, serta peran strategis generasi muda gereja di tengah kehidupan bermasyarakat.Ketua Panitia Pawai Paskah GMIT 2026, Simson Polin, menyampaikan bahwa keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk perhatian dari pemerintah pusat yang dinilai memberi energi positif bagi seluruh peserta dan panitia.“Kegiatan ini bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi juga menjadi ruang ekspresi iman dan kebersamaan pemuda GMIT yang mendapat dukungan luas, termasuk dari pemerintah,” ungkapnya.Sorotan utama dalam kegiatan ini adalah kehadiran Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, yang turut memberikan perhatian langsung terhadap jalannya kegiatan. Kehadiran tersebut menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap aktivitas kepemudaan berbasis keagamaan di daerah.Partisipasi aktif pemuda GMIT dari berbagai wilayah serta keterlibatan masyarakat umum menunjukkan bahwa Pawai Paskah 2026 bukan hanya menjadi agenda internal gereja, tetapi telah berkembang menjadi peristiwa sosial-keagamaan yang memiliki dampak luas.Panitia berharap, melalui kegiatan ini, semangat kebersamaan, toleransi, dan nilai-nilai spiritual dapat terus dijaga dan diperkuat, sekaligus mendorong generasi muda untuk berperan aktif dalam pembangunan sosial di daerah.Sebagai bagian dari komitmen menjaga kualitas pelaksanaan kegiatan, panitia juga memastikan seluruh rangkaian acara berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta menjunjung tinggi nilai ketertiban dan keamanan.

2 bulan yang lalu
Hero Image
WAPRES RESMIKAN PROSESI PASKAH PEMUDA GMIT 2026: NYALA IMAN MUDA MENGGELORA DI NUSA TENGGARA TIMUR!

Kupang, Nusa Tenggara Timur – Berdasarkan data dan laporan yang diterima jurnalis Silet Sumba di Kupang, suasana penuh khidmat dan semangat membara menyelimuti Prosesi Paskah Pemuda GMIT 2026 yang digelar pada 6 April 2026. Momentum sakral ini semakin bersejarah setelah secara resmi dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia.Kehadiran Wakil Presiden bukan sekadar seremoni. Ini menjadi penegasan bahwa gerakan pemuda gereja memiliki peran strategis dalam membangun karakter bangsa, khususnya di wilayah timur Indonesia.Prosesi Paskah yang berlangsung penuh makna ini menjadi ruang kebangkitan spiritual generasi muda GMIT. Obor damai yang dinyalakan bukan hanya simbol, tetapi cerminan iman yang hidup, harapan yang terus menyala, serta komitmen untuk menjadi terang di tengah berbagai tantangan zaman.Dari berbagai wilayah di Nusa Tenggara Timur, para pemuda hadir dengan semangat yang sama: merayakan kebangkitan Kristus sekaligus menegaskan diri sebagai agen perubahan yang membawa damai dan persatuan.“Ini bukan sekadar perayaan, tetapi gerakan iman yang nyata,” ungkap salah satu peserta di lokasi kegiatan.Dengan dibukanya secara resmi oleh Wakil Presiden pada 6 April 2026, Prosesi Paskah Pemuda GMIT 2026 tidak lagi sekadar agenda tahunan, melainkan telah menjadi momentum besar yang menggema dari Kupang untuk seluruh Indonesia.Api iman telah dinyalakan. Tinggal satu pertanyaan: siapa yang siap menjaga nyalanya tetap hidup?

2 bulan yang lalu