Stepanus Umbu Pati
Penulis: Stepanus Umbu Pati
10 March 2026 - 14:51 WITA

Saat Petani Butuh Pupuk, Gudang Kosong: Jagung dan Padi Terancam Gagal, Aparat Diminta Telusuri Distribusi

Saat Petani Butuh Pupuk, Gudang Kosong: Jagung dan Padi Terancam Gagal, Aparat Diminta Telusuri Distribusi
0

Bagikan

Klik untuk menyalin
Link berhasil disalin!

Kantor Kecamatan, siletsumba.com - Wewewa Barat, 4 Maret 2026 — Kelangkaan pupuk subsidi kembali menjadi sorotan di wilayah Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya. Saat para petani memasuki masa penting pemupukan tanaman jagung dan padi, justru pupuk sulit ditemukan di lapangan.

Kondisi ini diungkap dalam wawancara perdana Jurnalis Silet Sumba dengan PLT Camat Wewewa Barat, Enos Bali Ate, yang baru ditunjuk menggantikan camat sebelumnya, Benyamin Kaba, yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sumba Barat Daya.

Menurut Enos Bali Ate, keterlambatan dan kelangkaan pupuk membuat banyak petani tidak dapat melakukan pemupukan tepat waktu, sehingga berdampak pada hasil panen jagung dan padi yang tidak maksimal.

Ironisnya, di tengah kelangkaan tersebut, pupuk subsidi jenis Urea dan NPK di tingkat petani dilaporkan dijual dengan harga Rp250 ribu hingga Rp300 ribu per karung, jauh di atas harga yang semestinya diterima petani.

Sementara itu, para petani kini mulai mempersiapkan lahan untuk musim tanam kedua, sehingga ketersediaan pupuk menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.

Pemerintah Kecamatan Wewewa Barat menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan para penyuluh pertanian guna menelusuri persoalan distribusi pupuk di lapangan.

Di tengah situasi ini, masyarakat berharap aparat terkait dapat menelusuri rantai distribusi pupuk subsidi, agar bantuan pemerintah benar-benar sampai kepada petani yang membutuhkan.

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar.