PRIA YANG DISEBUT BERTUGAS DI WILAYAH POLSEK HAHARU DIAMANKAN WARGA TERKAIT DUGAAN KASUS PENCURIAN SAPI
Desa Praibakul, siletsumba.com -
SUMBA TIMUR, SILETSUMBA.COM – Peristiwa dugaan pencurian sapi di Desa Praibakul, Kecamatan Haharu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, menjadi perhatian serius masyarakat.
Seorang pria yang disebut-sebut bertugas di wilayah Polsek Haharu, yang dalam informasi awal disebut bernama Budi, diamankan warga pada Minggu, 6 September 2026 sekitar pukul 10.45 WITA, terkait dugaan kasus pencurian seekor sapi.
Tidak hanya pria yang disebut sebagai Budi, seorang pria lainnya yang berada bersama dirinya juga turut diamankan warga. Keduanya kemudian digiring menuju Polsek Haharu untuk menghindari situasi yang semakin tidak kondusif di tengah banyaknya warga yang berdatangan ke lokasi.
Berdasarkan data dan fakta awal yang dihimpun Redaksi SiletSumba.com, dalam peristiwa tersebut turut diamankan seekor sapi dan satu unit kendaraan pick up yang pada bagian depannya bertuliskan “Ruba Deo”, dengan nomor polisi ED 8859 AI.
DARI POLSEK HAHARU, KEDUANYA KEMUDIAN DIBAWA KE POLRES SUMBA TIMUR
Informasi yang dihimpun Redaksi menyebutkan bahwa setelah diamankan dan digiring ke Polsek Haharu, kedua pria tersebut kemudian dijemput oleh personel Satreskrim Polres Sumba Timur pada Minggu sore.
Keduanya bersama barang bukti kemudian dibawa dan digiring menuju Polres Sumba Timur untuk menjalani pemeriksaan serta proses penanganan lebih lanjut.
Langkah pengamanan tersebut dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif sekaligus memastikan perkara tidak berkembang menjadi aksi main hakim sendiri.
PUBLIK MENUNGGU PENJELASAN TERBUKA
Peristiwa ini menyisakan sejumlah pertanyaan yang kini berada di tangan aparat penegak hukum.
Apa sebenarnya kronologi dugaan pencurian sapi tersebut? Siapa pemilik sapi? Apa hubungan kedua pria yang diamankan dengan sapi dan kendaraan pick up tersebut? Dan yang tidak kalah penting, benarkah salah satu pria yang diamankan merupakan anggota kepolisian yang bertugas di wilayah Polsek Haharu?
Pertanyaan tersebut perlu dijawab melalui proses pemeriksaan dan keterangan resmi dari pihak berwenang.
Jika status sebagai anggota kepolisian nantinya dikonfirmasi secara resmi dan kemudian ditemukan adanya pelanggaran hukum, maka proses hukum harus dilakukan secara profesional dan tanpa pandang bulu.
Sebab, setiap dugaan pelanggaran yang melibatkan anggota institusi penegak hukum memiliki konsekuensi lebih besar terhadap kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Namun sebaliknya, apabila dugaan tersebut tidak terbukti, pihak yang bersangkutan juga berhak mendapatkan kejelasan dan pemulihan nama baik sesuai ketentuan hukum.
SILITSUMBA.COM: FAKTA HARUS DIUTAMAKAN
SiletSumba.com menegaskan bahwa pihak yang diamankan dalam peristiwa ini belum dapat disebut sebagai pelaku tindak pidana sebelum adanya hasil penyelidikan dan proses hukum yang sah.
Redaksi tetap menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah dan akan memberikan ruang yang berimbang bagi pihak-pihak terkait untuk memberikan klarifikasi.
Saat ini publik menunggu penjelasan resmi dari Polres Sumba Timur mengenai identitas kedua pria yang diamankan, status hukum mereka, kronologi kejadian, serta hasil pemeriksaan terhadap seekor sapi dan kendaraan pick up bernomor polisi ED 8859
AI.
SiletSumba.com akan terus mengawal perkembangan kasus ini berdasarkan fakta dan keterangan resmi yang dapat dipertanggungjawabkan