JANGAN TUNGGU BUPATI TURUN, BARU SEMUA TERLIHAT BEKERJA!
Mondomia, siletsumba.com -
Bapak Yaya Dunga meminta agar jajaran Dinas Pertanian, khususnya Kepala Bidang terkait, turun langsung ke kelompok-kelompok tani untuk memastikan bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran.
Menurut Yaya Dunga, pengawasan tidak boleh hanya mengandalkan laporan administrasi, foto kegiatan, maupun data yang terlihat rapi di atas meja.
Ia meminta pemerintah turun langsung dan memeriksa kondisi sebenarnya di lapangan.
Sebab, menurut informasi yang disampaikan Yaya Dunga, terdapat persoalan yang perlu diverifikasi secara serius, termasuk dugaan adanya pengurus atau ketua kelompok penerima bantuan yang disebut tidak memiliki lahan maupun aktivitas pertanian yang memadai, tetapi memperoleh bantuan.
Begitu pula dengan bantuan pertanian berupa benih, pupuk hingga alat mesin pertanian seperti traktor.
Yaya Dunga meminta agar pemerintah memastikan bantuan tersebut benar-benar digunakan sesuai peruntukannya.
Jangan sampai bantuan yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani justru disewakan atau bahkan diperjualbelikan oleh pihak-pihak tertentu.
“Bantuan pertanian bukan milik pribadi dan bukan milik pengurus kelompok. Bantuan itu berasal dari uang rakyat dan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani,” menjadi pesan utama yang disampaikan Yaya Dunga.
Persoalan lain yang turut menjadi sorotan adalah keberadaan dan pendampingan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
Menurut Yaya Dunga, kehadiran PPL di tengah petani perlu benar-benar dirasakan secara nyata dan berkelanjutan.
Jangan sampai petani jarang melihat PPL berada di sawah dan kebun, tetapi ketika terdengar informasi Kepala Dinas, Bupati atau Wakil Bupati akan melakukan kunjungan lapangan, semua tiba-tiba terlihat sibuk.
Topi dipakai.
Sepatu bot dipasang.
Dokumentasi disiapkan.
Lapangan mendadak terlihat hidup.
Namun pertanyaannya, setelah pejabat pulang, apakah pendampingan kepada petani tetap berjalan?
Petani padi dan jagung membutuhkan pendampingan nyata. Mereka membutuhkan penyuluh yang hadir untuk melihat kondisi tanaman, membantu menghadapi persoalan hama dan penyakit, memberikan arahan penggunaan benih dan pupuk serta mendampingi petani meningkatkan hasil produksi.
Karena itu, Yaya Dunga meminta agar pengawasan terhadap bantuan pertanian dan kinerja pendampingan di lapangan dilakukan secara nyata.
Turun langsung. Datangi kelompok tani. Temui petani. Periksa kondisi sebenarnya tanpa hanya bergantung pada laporan.
Perlu dipastikan siapa penerima bantuan, apakah benar-benar memiliki lahan, apakah aktif bertani dan bagaimana bantuan pemerintah tersebut digunakan.
Jangan sampai laporan menyatakan program berhasil, sementara petani di lapangan justru bertanya: bantuan itu sebenarnya untuk siapa?
Setiap bantuan yang bersumber dari uang rakyat harus dapat dipertanggungjawabkan manfaatnya kepada rakyat.
Lapangan tidak bisa dibohongi oleh laporan. Karena itu, turunlah dan buktikan sendiri.
Catatan Redaksi: Informasi yang disampaikan narasumber perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan verifikasi langsung oleh instansi berwenang untuk memastikan kebenarannya.