Stepanus Umbu Pati
Penulis: Stepanus Umbu Pati
26 April 2026 - 19:03 WITA

Ancaman Bunuh Wartawan & Aktivis di Batam Disorot: Relawan Prabowo Minta TNI Bertindak Tegas

Ancaman Bunuh Wartawan & Aktivis di Batam Disorot: Relawan Prabowo Minta TNI Bertindak Tegas
0

Bagikan

Klik untuk menyalin
Link berhasil disalin!

Batam, siletsumba.com - Jakarta – Isu dugaan ancaman pembunuhan terhadap wartawan dan aktivis di Batam memantik reaksi keras dari Relawan Presiden Prabowo Subianto sekaligus Presiden LSM LIRA, Jusuf Rizal. Ia secara terbuka meminta jajaran TNI tidak membiarkan tindakan intimidatif mencoreng institusi.

Jusuf Rizal menegaskan, oknum yang disebut sebagai Pasi Intel Kodim 0316 Batam diduga telah melontarkan ancaman serius terhadap wartawan dan aktivis. Ia mengingatkan agar aparat tidak bertindak di luar koridor hukum.

“Jangan sampai institusi sebesar TNI tercoreng hanya karena ulah oknum. TNI itu pelindung rakyat, bukan menebar ancaman,” tegasnya.

Sorotan juga diarahkan kepada Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Agus Hadi Waluyo, agar segera mengambil langkah tegas dan melakukan penertiban internal. Menurut Jusuf, pembiaran terhadap dugaan tindakan arogan justru berpotensi memicu konflik horizontal di daerah.

Situasi ini bermula dari laporan warga Perumahan Bida Asri 1, Batam, terkait penolakan pembangunan Koperasi Merah Putih yang disebut berdiri di atas lahan fasilitas umum (fasum) aktif. Aspirasi warga tersebut kemudian disampaikan oleh Gubernur LSM LIRA Kepri, Yusril Koto, melalui pemberitaan media.

Namun, penyampaian aspirasi itu justru berujung pada dugaan intimidasi. Yusril mengaku menerima ancaman pembunuhan melalui sambungan telepon dari seseorang yang disebut sebagai oknum aparat, yang bahkan disebut mengancam akan mengerahkan orang untuk mencelakainya.

“Saya hanya menyampaikan aspirasi warga. Tapi respons yang datang justru berupa ancaman. Ini tentu mengkhawatirkan,” ungkap Yusril.

Atas kejadian tersebut, Yusril menyatakan telah meminta perlindungan hukum kepada Presiden dan sejumlah petinggi negara. Sementara itu, DPP LSM LIRA bersama PWMOI disebut tengah menyiapkan langkah hukum dengan melaporkan kasus ini ke ranah pengawasan internal militer.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik. Jika tidak ditangani secara transparan dan profesional, situasi dikhawatirkan dapat memperkeruh kepercayaan masyarakat terhadap aparat serta memicu ketegangan sosial di Batam.

Di tengah memanasnya isu, publik menanti langkah tegas—apakah dugaan ini akan diusut tuntas, atau justru menguap tanpa kejelasan.

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar.