Senin, 9 November 2026

Cari berita

Pendidikan

Jejak Roda di Lumpur Desa Rita Baru: Pengabdian Yohanes Umbu Menggugat Hati Pemerintah

Rita Baru, Jumat, 13 Februari 2026Di tanah Wewewa Selatan yang keras dan berdebu, langit kadang tak ramah, jalan tak selalu bersahabat. Di sanalah Yohanes Umbu,...

Stepanus Umbu Pati

Stepanus Umbu Pati

· 2 menit baca

Jejak Roda di Lumpur Desa Rita Baru: Pengabdian Yohanes Umbu Menggugat Hati Pemerintah

Rita Baru, siletsumba.com - Rita Baru, Jumat, 13 Februari 2026

Di tanah Wewewa Selatan yang keras dan berdebu, langit kadang tak ramah, jalan tak selalu bersahabat. Di sanalah Yohanes Umbu, Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Wewewa Selatan, menulis kisah pengabdian—bukan dengan tinta, tetapi dengan jejak roda di lumpur Desa Rita Baru.

Pagi itu, seperti hari-hari sebelumnya, ia menyalakan mesin CR-V keluaran Honda miliknya. Bukan untuk kenyamanan, melainkan untuk menembus jalan yang tergerus hujan, berlubang, licin, dan berdebu. Setiap guncangan adalah doa. Setiap kubangan adalah ujian. Setiap tanjakan adalah tekad.

Cuaca dan lapangan baginya bukan alasan, melainkan medan bakti. Namun sampai kapan pengabdian harus selalu berhadapan dengan ketidakpedulian?

Anak-anak di Desa Rita Baru berhak tiba di sekolah tanpa takut terpeleset di lumpur. Guru-guru berhak mengajar tanpa dihantui akses jalan yang nyaris tak layak dilalui. Pendidikan tidak boleh kalah oleh genangan air dan debu yang beterbangan.

Wahai pemerintah daerah, wahai wakil rakyat yang duduk di kursi terhormat—

pernahkah roda kendaraan Anda terperosok di jalan itu?

Pernahkah Anda merasakan cemas ketika hujan turun dan akses pendidikan seakan terputus?

Jalan bukan sekadar infrastruktur. Ia adalah urat nadi masa depan.

Jika jalan rusak, maka harapan ikut retak.

Jika akses terhambat, maka cita-cita pun tersendat.

Yohanes Umbu mungkin tak banyak bicara. Ia hanya terus berangkat, setiap hari, menembus cuaca dan medan. Tetapi diamnya adalah pesan keras: pendidikan di pelosok tidak meminta belas kasihan—ia menuntut keadilan.

Karena di balik lumpur Desa Rita Baru, ada generasi yang menunggu janji ditepati.

Bagikan berita ini

Lanjut membaca

Komentar (0)

Tulis komentar

Tidak akan dipublikasikan.

Komentar ditinjau dulu sebelum tampil. Komentar berisi tautan dianggap spam.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

0
Tautan berhasil disalin

Masuk untuk menyukai

Anda perlu masuk ke akun untuk menyukai berita ini.

Masuk