Hero Image
Mobil Hilux Kerap Parkir di Depan Kos Biru, Warga Sampaikan Dugaan Aktivitas Menyimpang

Sebuah mobil Toyota Hilux dilaporkan kerap terparkir di depan sebuah rumah kos yang dikenal warga setempat sebagai kos biru. Informasi ini diterima siletsumba.com dari masyarakat yang meminta identitasnya dirahasiakan pada 5 Desember 2025.Menurut keterangan sumber tersebut, mobil yang dimaksud disebut-sebut sering berada di lokasi itu setiap hari Jumat. Warga menduga adanya aktivitas yang dinilai tidak sesuai norma sosial. Istilah “makan jambu” yang beredar di tengah masyarakat disebut sebagai kiasan atas dugaan praktik prostitusi terselubung. Namun demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada bukti resmi atau pernyataan dari pihak berwenang yang membenarkan dugaan tersebut.Sumber yang sama juga menyampaikan dugaan bahwa pengunjung kos tersebut berasal dari kalangan tertentu, termasuk oknum yang telah berkeluarga. Selain itu, warga mengaku resah karena beredar informasi adanya anak-anak yang masih berstatus pelajar SMP dan SMA yang diduga pernah berada di lokasi tersebut. Klaim ini masih bersifat informasi awal dan memerlukan penelusuran serta verifikasi lebih lanjut.Keresahan masyarakat semakin meningkat mengingat Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) disebut-sebut sebagai daerah dengan kasus HIV–AIDS tertinggi kedua di Pulau Sumba, setelah Kabupaten Sumba Timur yang berada di urutan pertama. Informasi ini, menurut warga, menjadi alarm serius bagi semua pihak karena dugaan aktivitas menyimpang, apabila benar terjadi, berpotensi memperparah persoalan kesehatan masyarakat dan mengancam generasi muda.Oleh karena itu, masyarakat mendesak aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta instansi terkait—termasuk dinas kesehatan dan perlindungan anak—untuk segera melakukan penelusuran, pengawasan, dan langkah pencegahan secara menyeluruh guna memastikan tidak terjadi pelanggaran hukum maupun penyimpangan sosial yang berdampak luas.siletsumba.com menegaskan bahwa pemberitaan ini disampaikan sebagai bentuk kontrol sosial dan kepedulian terhadap keselamatan anak serta kesehatan publik. Media ini juga membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak mana pun yang merasa disebutkan atau dirugikan, sesuai dengan prinsip jurnalistik yang berimbang dan bertanggung jawab.

1 bulan yang lalu
Hero Image
Oknum Dokter Puskesmas Mamboro Diduga Terlibat Rekayasa Visum, Polres Sumba Barat Diminta Bertindak

Kasus dugaan rekayasa hasil visum et repertum mencuat di Puskesmas Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah. Seorang oknum dokter berinisial RAP diduga melakukan rekayasa terhadap hasil visum lima orang korban kekerasan yang terjadi pada tanggal 27 September 2025. Dugaan rekayasa ini terungkap saat proses penyidikan di Polres Sumba Barat.Menurut Indah Prasetya, pengacara dari suku Moritana yang mendampingi para korban, dugaan rekayasa meliputi perbedaan signifikan antara luka yang dialami korban dengan hasil visum. "Saya sangat kaget dan kecewa ketika melihat hasil visum tersebut di ruang Penyidik RESKRIM POLRES Sumba Barat pada hari Kamis tanggal 20 November 2025," ungkap Indah. Ia menambahkan, rata-rata luka yang tertera dalam visum hanya disebutkan di bagian kaki dan lutut, serta usia parah korban diduga direkayasa.Indah Prasetya menyatakan akan melaporkan oknum dokter tersebut ke Kepala Dinas Kesehatan Sumba Tengah dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Ia menuding dokter RAP telah melanggar sumpah dan profesinya karena hasil visum et repertum yang dikeluarkan dianggap cacat formil. Kelima korban tersebut diketahui mengalami luka akibat sabetan parang, pukulan tangan kosong, lemparan batu, dan pukulan kayu balok.```

3 bulan yang lalu