Stepanus Umbu Pati
Penulis: Stepanus Umbu Pati
06 May 2026 - 12:41 WITA

PERMINTAAN MAAF LANGSUNG TERUNGKAP! Kasus Makanan Berulat di Rumah Makan Minang Raya, Pengakuan Lama Kembali Muncul

PERMINTAAN MAAF LANGSUNG TERUNGKAP! Kasus Makanan Berulat di Rumah Makan Minang Raya, Pengakuan Lama Kembali Muncul
0

Bagikan

Klik untuk menyalin
Link berhasil disalin!

Rumah Makan Minang Raya, siletsumba.com - Tambolaka, Sumba Barat Daya — Kasus dugaan makanan tidak layak konsumsi di Rumah Makan Minang Raya terus menjadi sorotan publik. Setelah viralnya temuan ulat dalam makanan yang dialami Claudya Santa bersama tiga rekannya, kini muncul pula pengakuan serupa dari waktu sebelumnya.

Penanggung jawab Rumah Makan Minang Raya, Ibu Uni Dya Chaca, telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Claudya Santa terkait insiden yang terjadi pada Minggu, 3 Mei 2026.

Peristiwa itu bermula saat Claudya dan teman-temannya membeli makanan, termasuk ayam bakar. Namun saat dikonsumsi, mereka menemukan ulat lalat di dalam daging ayam yang juga diduga belum matang sempurna karena masih tampak berwarna merah.

Berdasarkan pantauan langsung jurnalis siletsumba.com pada Selasa malam, 5 Mei 2026 sekitar pukul 19.00 WITA, pertemuan antara kedua belah pihak berlangsung terbuka dan dalam suasana kekeluargaan di lokasi rumah makan tersebut.

Dalam pertemuan itu, Claudya hadir didampingi orang tuanya, Marthen Roga, yang menyampaikan keberatan sekaligus harapan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Kualitas makanan bukan hanya soal rasa, tetapi juga menyangkut kesehatan dan keselamatan pelanggan,” tegas Marthen.

Menanggapi hal tersebut, Ibu Uni Dya Chaca mengakui adanya kelalaian dan menyatakan komitmen untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh, terutama dalam hal kebersihan dan pengolahan makanan.

Namun, sorotan publik tidak berhenti di situ. Sebuah pengakuan dari mantan Kasat Lantas Polres Sumba Barat Daya, I Wayan Suardika, SH, turut memperkuat kekhawatiran masyarakat.

Ia mengaku pernah mengalami kejadian serupa pada tahun 2024 saat membeli nasi ayam di rumah makan tersebut.

“Sampai di kos saya makan baru beberapa sendok, ternyata ada ulatnya. Bukti foto dan video masih saya simpan,” ungkapnya dalam percakapan yang beredar.

Ia juga menyebutkan bahwa saat itu pemilik rumah makan sedang berada di luar daerah, dan permintaan maaf hanya disampaikan melalui pesan WhatsApp.

Munculnya dua kejadian pada waktu berbeda ini memicu desakan masyarakat agar ada perhatian serius dari pihak terkait, khususnya dalam pengawasan kebersihan dan standar kelayakan makanan.

Rumah Makan Minang Raya yang berlokasi di Waitabula, Kelurahan Langga Lero, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, menyatakan siap meningkatkan standar kebersihan dan kualitas makanan demi menjaga kepercayaan pelanggan.

Kasus ini menjadi peringatan penting bagi seluruh pelaku usaha kuliner bahwa kebersihan dan keamanan pangan adalah hal utama yang tidak boleh diabaikan.

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar.